WONOSOBO–Pencurian batu akik kemarin terjadi di kawasan Alun-Alun. Pelakunya, dua orang pelajar. mereka berhasil diamankan pemilik lapak, agar tak jadi bulan-bulanan massa.

Pelajar kelas 9 SMP ini mengaku mencuri batu akik hanya untuk dikoleksi. Tapi para penjual akik tak percaya begitu saja. Diduga mereka sengaja mencuri untuk dijual lagi. “Iya, cerita belum selesai soal pelajar yang curi akik, sekarang (kemarin) malah sudah nangkap 2 anak SMP,” kata Sahid, 32, saksi mata kepada Jawa Pos Radar Kedu saat bercerita soal batu akik di lapaknya, kemarin.

Sahid mengatakan, pihaknya sengaja mengamankan dua pelajar tersebut, karena khawatir jadi amukan warga. Sebab, siang kemarin, lapak-lapak batu akik dijubeli pembeli. “Menurut pengakuan, mereka berasal dari kawasan Kecamatan Selomerto,” jelas Sahid.

Nia, 29, penjual batu akik asal Jolontoro mengaku waswas saat menggelar barang dagangan. Sebab, barang dagangannya mudah dicuri. Karena itu, ia selalu waspada saat lapaknya ramai pembeli.

Ia mengaku beberapa kali, melihat langsung pencuri batu akik. “Dulu pernah anak seusia SD mencuri batu di lapak ini, ada lima batu yang dia ambil dan disembunyikan di saku celananya. Beruntung ketahuan, akhirnya orangtua mereka mengembalikan kepada kami,” ucapnya. Nia mengaku, dalam sehari, ia bisa menghabiskan sekitar 7 kodi batu akik untuk anak balita dan remaja.

Kata Nia, harga akik yang ditawarkan bervariasi, sesuai dengan jenis dan motif batu. Ia menjual akik, karena sekarang sedang tren. “Ya, hanya memanfaatkan peluang dan momen yang sedang digandrungi oleh masyarakat saja,” ucapnya, ringan.

Diperoleh informasi, modus pencurian batu akik, pelaku membawa batu miliknya, lantas ditukarkan dengan batu akik lain kepada pemilik lapak. Alih-alih menawarkan dan memilih batu yang disenangi, pelaku menyelipkan batu milik akik penjual ke dalam kaos kaki sepatu.

Sahid dan penjual akik lainnya menuturkan, pelaku sengaja tak dibawa ke kantor polisi. Tapi diserahkan ke orang tuanya. “Kesal juga, tapi kasihan. Dia sebentar lagi ujian nasional. Kalau dibawa ke sekolah pasti dikeluarkan dan kalau dibawa ke polisi pasti kena hukum,” ucapnya, bijak. (mg5/isk)