TES HIV/AIDS : Ratusan PSK dan sopir truk di Kabupaten Batang mengikuti tes kesehatan HIV/AIDS yang dilaksanakan petugas Dinkes Kabupaten Batang. Para PSK dan sopir diambil sample darahnya untuk diteliti, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES HIV/AIDS : Ratusan PSK dan sopir truk di Kabupaten Batang mengikuti tes kesehatan HIV/AIDS yang dilaksanakan petugas Dinkes Kabupaten Batang. Para PSK dan sopir diambil sample darahnya untuk diteliti, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES HIV/AIDS : Ratusan PSK dan sopir truk di Kabupaten Batang mengikuti tes kesehatan HIV/AIDS yang dilaksanakan petugas Dinkes Kabupaten Batang. Para PSK dan sopir diambil sample darahnya untuk diteliti, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Sebanyak 650 warga ikuti tes kesehatan HIV/AIDS berupa pengambilan sampel darah, Senin (30/3) siang kemarin. Mereka terdiri atas Pekerja Seks Komersial (PSK) dan sopir truk yang mangkal di Petamanan Banyuputih, Penundan dan Luwes, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Hasil sementara, 1 sopir terdeteksi positif HAIV/AIDS.

Tes HIV/AIDS tersebut bagian dari Survei Terpadu Biologis Perilaku (STBP) yang sengaja dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang. Survei ini merupakan program Kementrian Kesehatan RI, untuk mengetahui tingkat prevalensi atau peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Batang. Pasalnya, ada banyak PSK yang datang dari berbagai ke lokalisasi di sekitar Batang.

Maryani, 21, PSK warga Kecamatan Kandeman mengungkapkan bahwa tes pemeriksaan HIV/AIDS, membuat dirinya dan rekan seprofesi lainnya merasa nyaman dan aman. Karena kesehatannya bisa terjaga. “Pemeriksaan secara fisik melalui tes HIV/AIDS ini harusnya rutin dan langsung diberitahu hasilnya. Jangan 6 bulan sekali atau setahun sekali. Agar tidak timbul curiga antar PSK,” harap Yani.

Rohadi, 46, sopir truk asal Bekasi, Jawa Barat, saat diperiksa sempat menolak. Karena dirinya baru meminum obat yang kerap dikonsumsi setiap kali ke lokalisasi. “Saya kira tes narkoba, kalau tes HIV/AIDS saya bersedia,” kata Rohadi yang selalu beristirahat di pangkalan truk Penundan, Gringsing, Batang.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L), Dinas Kesehatan Batang, Agus Dwi, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan yang ada, terdapat satu sopir truk yang dideteksi positif terkena HIV/AIDS. Sedangkan untuk PSK, belum ada perekapan.

“Untuk sopir truk, sengaja kami panggil satu persatu, lalu diwawancarai dan dites. Sementara untuk PSK, kami WPS melakukan kunjungan. Mereka juga kami wawancarai serta dilakukan tes HIV/AIDS,” jelas Agus.

Sementara itu, Kepala Dinkes, Kabupaten Batang, dr Slamet Riyanto, menandaskan bahwa kegiatan STBP diadakan untuk mengetahui tingkat prevalensi atau peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Batang.

Menurutnya ada 650 orang yang diperiksa, terdiri atas 400 lebih pengemudi truk dan 200 lebih PSK. Adapun pemeriksaan dilakukan di pangkalan truk, seperti di Petamanan Banyuputih, Penundan dan Luwes, Gringsing, Kabupaten Batang.

”STBP ini sudah dilakukan sejak 16 Maret lalu sampai pertengahan April mendatang. Untuk sopir truk yang diperiksa dan diwawancarai, adalah sopir truk angkutan jarak jauh antarprovinsi. Sedangkan untuk PSK, mereka yang berada di kawasan lokalisasi seperti di Petamanan, Penundan dan Luwes.” tandas Slamet Riyanto. (thd/ida)