SALATIGA—Rektor IAIN Salatiga diminta menghindari setoran siluman dalam proses pembangunan kampus 3 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga seluas 13 hektare di Kelurahan Pulutan Kecamatan Sidorejo Salatiga.

Larangan tersebut disampaikan Ketua DPRD Salatiga, Teddy Sulistyo saat Rektor IAIN Salatiga, Rakhmat Hariyadi bersama jajarannya melakukan audiensi di lembaga DPRD Kota Salatiga, Senin (30/3) kemarin.

Bahkan, dalam seminggu ini Teddy meminta Rektor IAIN segera menyerahkan surat perizinan tanah bengkok dan persyaratan lainnya kepada Wali Kota Salatiga, Yuliyanto. Agar proses pembangunan kampus tersebut segera disetujui pihaknya.

“Pendidikan adalah investasi bagi Kota Salatiga. Jika pendidikan Salatiga maju, maka perekonomian dan bidang lainnya ikut berkembang. Karena banyak penjualan makanan dan bisnis kos-kosan,” terangnya kemarin.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN, Kastolani mengatakan bahwa audiensi tersebut untuk menjelaskan potensi mahasiswa dan dosen-dosen IAIN Salatiga, terkait pembangunan dan lahan milik Pemkot Salatiga. Selain itu, IAIN Saltiga bisa berkembang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga.

“Atas bantuan Pemkot Salatiga, kami berharap, lembaga pendidikan IAIN bisa menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dengan jumlah mahasiswa ribuan dari berbagai kota. Dengan begitu, Salatiga akan memiliki dua universitas bergengsi,” harapnya.

Kastolani menjelaskan, jika rencana awal pembangunan kampus 3 IAIN di Pulutan menggunakan lahan seluas 13 hektare lebih. Sepuluh tahun mendatang akan memperluas hingga 25 hektare. Sementara itu, tanah yang dimiliki Pemkot Salatiga di Pulutan seluas 50 hektare. (abd/ida)