Polisi Tutup Gudang Pupuk Oplosan

177
CEK GUDANG : Tim gabungan Polres Semarang, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) dan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Semarang mengecek gudang yang diduga memproduksi pupuk oplosan. (DOK)
CEK GUDANG : Tim gabungan Polres Semarang, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) dan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Semarang mengecek gudang yang diduga memproduksi pupuk oplosan. (DOK)
CEK GUDANG : Tim gabungan Polres Semarang, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) dan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Semarang mengecek gudang yang diduga memproduksi pupuk oplosan. (DOK)

UNGARAN-Gudang pupuk CV Imexindo Nusantara di Jalan Macanan, RT 7 RW 5, Desa Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang diduga digunakan untuk memproduksi pupuk oplosan, ditutup petugas kepolisian. Yakni selama proses penyidikan berlangsung.

Penutupan tersebut dilakukan setelah tim gabungan terdiri atas petugas Polres Semarang, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) dan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Semarang, Senin (30/3) pagi kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di gudang tersebut. Dari lokasi tersebut, petugas Satreskrim Polres Semarang mengamankan 7 jenis pupuk yang akan diteliti kandungannya.

Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad mengatakan bahwa sidak dilaksanakan, atas informasi tentang dugaan pengoplosan pupuk di gudang tersebut. Hasilnya, ternyata ada sejumlah mesin yang digunakan untuk membuat pupuk. “Setelah kami cek, memang ada gudang besar yang mengolah pupuk merek Fampion dan beberapa merek lainnya,” tutur Kapolres, usai melakukan sidak.

Kapolres menambahkan ada 7 sampel produk pupuk yang diambil dari lokasi tersebut untuk diteliti. Karena itulah, dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pekerja. Jika dalam pemeriksaan nantinya ada unsur pelanggaran, kepolisian dapat memproses kasus tersebut ke ranah hukum.

“Kami akan mengembangkan lagi, pupuk ini akan dipasarkan kemana saja. Jika hasil pemeriksaan laboratorium ternyata pupuk itu tidak sesuai dan merugikan konsumen, pemeriksaan akan ditindaklanjuti. Sementara ini masih kami dalami penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium,” kata Kapolres.

Ditambahkan Wakapolres Semarang, Kompol Erwin H Dinata, dari hasil pemeriksaan sementara sejumlah pegawai, pengolahan pupuk itu sudah ada kerjasama dengan pemilik merek. CV Imexindo hanya mengerjakan dan hasilnya dikirim ke pemegang merek.

“Berdasar pengakuan mereka, hanya mengolah sesuai permintaan pemegang merek. Mereka mendatangkan bahan-bahan untuk membuat pupuk, lalu dicampur sesuai komposisi yang ditentukan oleh pemegang merek. Kami masih meneliti lebih dalam, apakah benar ada surat kerjasamanya dan kualitas produksinya seperti apa,” kata Kompol Erwin.

Polres Semarang bersama instansi terkait akan melakukan pengecekan perizinan serta tata cara pengelolaannya dan kondisi instalasi pengolahan limbahnya. Sebab, pabrik tersebut banyak menggunakan bahan-bahan kimia. Seperti potassium dan bahan kimia lainnya yang sangat membahayakan jika tidak ditangani secara profesional.

“Potensi pelanggaran disitu banyak. Mulai dari Amdalnya, ketenagakerjaan dan banyak bahan kimia, seperti potassium. Itu berbahaya dan bisa meledak. Bahkan, pekerjanya juga tidak memakai masker,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak CV Imexindo hingga sore kemarin belum bisa dikonfirmasi. Gudang yang difungsikan sebagai tempat produksi sudah ditutup usai dilakukan sidak. Tidak ada aktivitas apapun di lokasi tersebut. Untuk sementara, pabrik pupuk tersebut ditutup. (tyo/ida)