TEGA : Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho menanyai dua tersangka pembuangan anak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEGA : Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho menanyai dua tersangka pembuangan anak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEGA : Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho menanyai dua tersangka pembuangan anak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Masih ingat dengan kasus penemuan mayat bayi di pintu air di Dukuh Bilo RT 3 RW 6, Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen Kamis 22 Januari lalu. Ternyata pelaku pembangan adalah sepasang pelajar yakni B, dan S yang merupakan warga Karanggawen, Demak. Keduanya nekat melakukan aborsi, karena bayi itu merupakan hasil dari hubungan belum resmi. Keduanyapun berhasil dibekuk Satreskrim Polres Demak.

Selain dua tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Yakni sprei, kaos merek Joger, kasur serta sepeda motor nopol H 4431 DJ.

Peristiwa pembuangan mayat bayi ini bermula ketika kedua anak adam ini sedang dimabuk asmara. Entah siapa yang mengajak, dalam asmaranya terjadi hubungan layaknya suami-istri. Kejadian itu terjadi di rumah tersangka.

Tanpa diduga dalam perjalanan, B ternyata mengandung lima bulan hasil dari hubungan terlarang tersebut. Panik, keduanyapun berencana untuk menggugurkan kandungan tersebut. Tersangka sempat meminum kapsul atau pelancar haid, tapi tidak membuahkan hasil.

Tersangka S lantas meminta B untuk mengonsumsi buah-buahan muda. Ternyata cara itu cukup manjur, dan perut B mulas lalu keluarlah bayi tersebut. Bayi yang malang itu kemudian ditaruh dalam plastik dan ditaruh di bawah meja kamar tidur di rumah tersangka. Keesokan harinya, tersangka B lantas membuang orok itu di pintu air Dukuh Bilo saat berangkat sekolah.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho mengatakan, tersangka dijerat pasal 77 A UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ini terkait dengan perbuatan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan. “Kami sudah meminta keterangan dan periksa saksi-saksi,” katanya, kemarin. (hib/fth)