BARANG BUKTIPara tersangka dan barang bukti kayu dalam gelar perkara di Polsek Ngadirejo, Jumat (27/3). (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
BARANG BUKTIPara tersangka dan barang bukti kayu dalam gelar perkara di Polsek Ngadirejo, Jumat (27/3). (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
BARANG BUKTIPara tersangka dan barang bukti kayu dalam gelar perkara di Polsek Ngadirejo, Jumat (27/3). (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG- Sebanyak 42 lonjor kayu jenis sengon milik Balai Desa Munggangsari, Kecamatan Ngadirejo senilai Rp 4 juta dicuri oleh kawanan maling. Belum sempat kayu-kayu tersebut terjual, pelaku akhirnya diringkus oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ngadirejo.

Kejadian bermula ketika pihak desa melaporkan kehilangan kayu. Pelaku masuk dengan merusak pintu menggunakan palu besi pada malam hari. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga meminta kesaksian dari para warga yang melakukan siskamling akhirnya pihak kepolisian meringkus tiga tersangka.

Tersangka dalam kasus ini adalah warga setempat yaitu Sigit Cahyono, Jaswadi dan Listiyono. Dalam gelar perkara yang dilakukan Polsek Ngadirejo, Jumat (27/3), ketiganya mengakui bahwa Sigit adalah pihak yang mengajak untuk melakukan pencurian tersebut.
“Kayu itu mau saya jual. Tapi belum sempat ada yang nawar malah sudah tertangkap duluan,” aku Sigit.

Sehari-hari Sigit, 30, bekerja sebagai buruh sopir truk. Dirinya mengaku nekat mencuri karena akhir-akhir ini tawaran sedang sepi. Sementara kebutuhan rumah tangga sudah semakin mendesak.

Dari peristiwa tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 42 lonjor kayu sengon dengan panjang 4 meter diameter 6×12 cm. Selain itu diamankan pula satu unit truk bernopol AA 1625 MB, satu unit motor Suzuki Shogun bernopol H 4031 BL dan satu buah palu besi. Atas tindakan tersangka diancam dengan hukuman pasal 55, 56 Jo 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (mg3/ton)