Matic Masih Kuasai Pasar, Motor Sport Terus Digenjot

135
NOMOR SATU: Meski pasar sepeda motor lesu, namun penjualan Honda tetap naik. Brand Honda yang dikenal tangguh, irit dan punya harga purnajual yang tinggi membuat masyarakat mencintai Honda. (Adityo Dwi R/Radar Semarang)
NOMOR SATU: Meski pasar sepeda motor lesu, namun penjualan Honda tetap naik. Brand Honda yang dikenal tangguh, irit dan punya harga purnajual yang tinggi membuat masyarakat mencintai Honda. (Adityo Dwi R/Radar Semarang)
NOMOR SATU: Meski pasar sepeda motor lesu, namun penjualan Honda tetap naik. Brand Honda yang dikenal tangguh, irit dan punya harga purnajual yang tinggi membuat masyarakat mencintai Honda. (Adityo Dwi R/Radar Semarang)

SEMARANG – Melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS cukup memengaruhi perdagangan di beberapa sektor, termasuk pasar sepeda motor. Namun untuk Honda, meski pasar sepeda motor lesu, penjualan Honda Januari-Februari 2015 mampu mencapai 87.710 unit, naik sekitar 6,5 persen dari penjualan periode sama tahun lalu yang mencapai 82.014 unit.

Marketing Region Head Astra Motor Semarang Sukamto Margono mengatakan, meski penjualan mengalami kenaikan, namun market share mengalami penurunan sekitar 4 persen, kalau tahun lalu 124.000 unit tahun ini tinggal 119.000 unit. Penurunan market share ini tidak hanya dialami oleh Honda saja, tetapi juga sektor industri lainnya, namun Honda tetap optimistis menjadi market leader.

Lebih lanjut Sukamto mengatakan, dari penjualan tersebut matic masih menguasai pasar dengan persentase 76,4 persen. Disusul sport 12 persen dan sisanya campuran seperti motor bebek. “Pasar pada tri wulan kedua diprediksikan akan membaik, sehingga tahun ini Honda menargetkan penjualan 600.000 unit atau naik 12 persen dari tahun lalu yang mencapai 528.000 unit,” jelas Sukamto optimis.

Guna meningkatkan penjualan berbagai cara dilakukan Astra Motor Semarang, diantaranya meningkatkan pelayanan kepada konsumen. “Pasalnya dengan pelayanan yang baik dan tepat waktu, konsumen tentunya akan merasa puas, dan akan mengatakan kepada rekan-rekannya tentang pelayanan Honda yang baik, sehingga masyarakat akan memilih Honda sebagai kendaraannya” tutur Sukamto yang optimis target akan tercapai.

Selain itu event tahun ajaran baru dan Idul Fitri akan menjadi moment penting bagi Honda dalam upaya meningkatkan penjualan. Bahkan dengan tag line One Heart atau lebih dikenal dengan salam satu hati, AMS berupaya keras untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat seperti arti pentingnya keamanan berkendara (safety riding) bagi masyarakat.

Menyinggung penjualan motor sport, Sukamto mengakui, masih sekitar 12 persen. Meski masih kecil, ini menjadi tantangan bagi Honda, mengingat motor sport masih kalah dengan kompetitor. “Ini menjadi PR bagi Astra Honda Motor Semarang untuk melakukan terobosan baru guna meningkatkan penjualan. Kami juga akan lebih agresif dalam memasarkan motor sport diantaranya akan segera meluncurkan motor 500 cc bagi pengemar motor gede,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakanDirect Sales Sub Dept Head PT Astra International Tbk-Honda Semarang R Toto Koeswidhiarto. Meski terjadi perlambatan dalam penjualan, kami optimis Honda akan meraih pasar tertinggi.

Manager Ritel Astra Motor Semarang Totok Kurnia mengatakan tren penjualan sepeda motor saat ini lebih dikuasai matic. Hal ini dikarenakan pengunaan motor matic sangat mudah. Dipilihnya matic, selain mudah dikendarai, konsumen juga lebih nyaman, karena tidak perlu mengoper gigi, saat menanjak atau turun. “Tak heran, kami juga kewalahan dalam melayani permintaan motor matic, bahkan beberapa tipe terpaksa harus inden seperti Scopy, Vario Techno dan lainnya,” tuturnya.

Meski harus inden, menurut Totok, masyarakat tetap bersabar menunggu motor pesanan sampai di rumah. “Kami mohon maaf kepada konsumen bila ada keterlambatan dalam pengiriman, karena banyaknya pesanan. Tapi kami tetap berusaha secepat mungkin untuk mengirim motor ke rumah,” tutur Totok yang mengaku kewalahan dalam memenuhi permintaan motor matic. (tya/adv/smu)