Kader Golkar Diminta Patuhi Mahkamah Partai

128
BAHAS GOLKAR : Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Siswono Yudohusodo membahas kekisruhan di tubuh Partai Golkar bersama sejumlah perwakilan pengurus Golkar Jawa Tengah, di Bandungan Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
BAHAS GOLKAR : Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Siswono Yudohusodo membahas kekisruhan di tubuh Partai Golkar bersama sejumlah perwakilan pengurus Golkar Jawa Tengah, di Bandungan Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
BAHAS GOLKAR : Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Siswono Yudohusodo membahas kekisruhan di tubuh Partai Golkar bersama sejumlah perwakilan pengurus Golkar Jawa Tengah, di Bandungan Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BANDUNGAN-Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Siswono Yudohusodo meminta seluruh kader Golkar di Jawa Tengah untuk tetap solid dan mendukung hasil Mahkamah Partai Golkar yang mengesahkan kepemimpinan Agung Laksono dan Sekjen Golkar, Zainudin Amali. Jika masih belum solid, dikhawatirkan mempengaruhi pilihan kepala daerah di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Sampai hari ini, kekisruhan di Golkar sudah sampai babak baru,” kata Siswono di sela-sela pertemuan dengan sejumlah ketua DPD serta pengurus Golkar Kabupaten/Kota Jawa Tengah, di kawasan Wisata Umbul Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (29/3) malam.

Menurutnya, mula-mula islah. Tapi tidak bisa hingga sampai ada gugatan. Akhirnya keputusan Pengadilan mengembalikan pada UU Politik No 2 tahun 2011 yakni mengembalikan pada partai. Hasil Keputusan Mahkamah Partai menetapkan ketua umumnya Agung Laksono dengan Sekjen Zainudin Amali dengan syarat harus merangkul eks pengurus Bali. Selain itu harus segera mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) di daerah dan mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) paling lambat 2016. “Keputusan ini ditetapkan dan disyahkan oleh Menkumham,” katanya.

Siswono berharap tidak ada kubu-kubuan sehingga kader tetap bersatu. Sehingga partai lebih kuat dan dapat mendukung aspirasi rakyat. Apalagi dalam waktu dekat ini akan melaksanakan Pilkada di 25 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selain itu, kondisi kisruh di tubuh Golkar seperti itu menimbulkan pengaruh buruk pada pendidikan masyarakat.

“Kalau kisruh terus, kapan bisa berperan untuk masyarakat dan bangsa ini? Jadi semua kader diharapkan mendukung jalan ini (keputusan mahkamah partai). Bahwa seluruh kader di Jateng harus kompak mendukung keputusan partai dan Menkumham ini,” kata Siswono.

Sementara itu, perwakilan pengurus DPD II Golkar Kabupaten Semarang, Sarwono mengatakan bahwa kader Golkar di daerah sebenarnya masih solid. Jika kisruh tersebut masih berlangsung, dikhawatirkan mempengaruhi pilkada.

“Yang jelas kami sepakat yang disahkah pusat. Maka keputusan itulah yang akan diikuti. Kami butuh kesolidan kader karena sebentar lagi ada pilkada,” tutur Sarwono. (tyo/bis/ida)