PLTN: Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir berencana akan membangun laboratorium PLTN di Serpong pada 2016, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PLTN: Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir berencana akan membangun laboratorium PLTN di Serpong pada 2016, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PLTN: Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir berencana akan membangun laboratorium PLTN di Serpong pada 2016, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi Rp 7.300 menurut Ketua DPD RI, Irman Gusman tidak boleh mengikuti harga pasar minyak dunia. Pasalnya hal tersebut telah diatur dalam putusan mahkamah konstitusi tentang BBM bersubsidi.

”Harus ada batas waktu per enam bulan atau per satu tahun. Tetapi harganya tidak boleh mengikuti harga pasar, karena akan melanggar putusan dari Mahkamah Konstitusi. Pada harga berapa itu pemerintah haruslah lebih tahu. Serta tidak boleh juga mengikuti harga dunia,” ujar Gusman saat di Semarang, Senin (30/3).

Menurut Irman, dengan naiknya harga BBM, masyarakat akan mengalami kesulitan. Sebab akan berdampak kepada naiknya semua harga berkebutuhan pokok. Mekanisme menjaga harga BBM harus dilakukan oleh pemerintah.

”Janganlah menaikkan harga BBM dengan membuntuti harga pasar. Tetapi kita tidak juga mengatakan tidak boleh naik atau tidak boleh turun. Harga BBM harus ada subsidinya. Supaya subsidi kita tidak besar dapat dialihkan untuk membangun infrastruktur dan lapangan pekerjaan,” lanjutnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir mengatakan, pihaknya akan membantu berkontribusi dengan rakyat. Namun, bukan untuk melakukan usaha menurunkan harga BBM, tapi akan melakukan inovasi untuk membangun laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

”Dengan adanya kenaikan BBM yang cukup berat sekali, saya juga ingin berkontribusi dalam pendidikan tinggi. Dengan melakukan inovasi untuk laboratorium PLTN untuk lebih mengedukasi kepada masyarakat apa itu nuklir. Yang akan kami bangun di Serpong nanti dan kini sudah masuk dalam anggaran,” ucap Nasir.

Hal itu dilakukan agar dapat mengedukasi masyarakat memiliki pemikiran jika nuklir itu memang aman, efisien dan memang digunakan untuk pemenuhan kesejahteraan masyarakat. ”Di Jawa Tengah, gubernur juga mendorong. Pada saat itu akan ada pembangkit listrik tenaga batu bara di Kabupaten Batang. Saya juga memohon kepada masyarakat agar mendukung program pemerintah tersebut,” lanjutnya.

Dikatakan Nasir, detail engineering design, uji tapak dalam rangka pembangunan laboratorium di Serpong tersebut, akan mulai dibangun pada 2016. Dalam hal ini, pihaknya kembali menegaskan jika pembangunan laboratorium tersebut semata-mata hanya dilakukan untuk menjelaskan kepada masyarakat luas tentang nuklir.

”Saya akan jelaskan kepada masyarakat jika nuklir di dunia sudah menjadi kebutuhan pokok. Kita nanti kalau tidak cepet, bakal tertinggal dari negara lain. Bangladesh sudah membangun, Vietnam juga sudah membangun, kita akan menjadi negara yang terbelakang jika tidak segera membangun Laboratorium PLTN,” kata Nasir. (ewb/zal/ce1)