Djarum-Lanal Perhatikan Kesehatan Warga Pantai

272
PERIKSA PASIEN: Danlanal Cilacap Letkol (P) Toto Suharyanto melihat pasien tengah diperiksa tim medis Baksos Hari Dharma Samudra 2015. (TRI SUTRISTYANINGSIH/RADAR SEMARANG)
PERIKSA PASIEN: Danlanal Cilacap Letkol (P) Toto Suharyanto melihat pasien tengah diperiksa tim medis Baksos Hari Dharma Samudra 2015. (TAUFIQ RIKHOYADI/RADAR SEMARANG)
PERIKSA PASIEN: Danlanal Cilacap Letkol (P) Toto Suharyanto melihat pasien tengah diperiksa tim medis Baksos Hari Dharma Samudra 2015. (TAUFIQ RIKHOYADI/RADAR SEMARANG)

CILACAP – Risiko penyakit yang biasa menjangkiti para nelayan tidak hanya karena faktor pekerjaan mencari ikan di laut. Pengolahan ikan dengan lingkungan dan sanitasi yang tidak baik turut memicu penyakit. Program CSR Djarum Foundation Sumbangsih Sosial bekerjasama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap dan Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku (YBSI), memperhatikan hal tersebut dengan memberi pelayanan kesehatan bagi warga pantai di wilayah Sentolo Kawat, Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Sabtu (31/1) lalu.

Kegiatan bakti sosial ini dalam rangkaian Hari Dharma Samudra 2015, diikuti sekitar 500 warga sekitar. Melibatkan 100 personil lebih dari Lanal Cilacap dan tim medis YBSI. Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Cilacap, Kolonel (P) Toto Suharyanto ST, menuturkan, banyak dijumpai pasien di Balai Kesehatan Lanal Cilacap menderita penyakit akibat aktifitas pengolahan ikan. “Setiap bulan kami ada pembinaan nelayan, seperti memperhatikan lingkungan terutama sanitasi dan pencemaran laut. Kegiatan kali ini sebagai upaya antisipasi penyebaran penyakit yang dipicu lingkungan kumuh akibat mengolah ikan,” paparnya.

Menurut Kolonel (P) Toto, Kabupaten Cilacap merupakan satu dari tujuh daerah pesisir selatan Jawa Tengah yang menjadi wilayah binaan. “Tugas utama menjaga teritori, namun kami juga berinteraksi dengan masyarakat agar tercipta hubungan sosial. Lanal Cilacap ini sendiri masih di bawah naungan Lantamal V Surabaya,” ujarnya.

Ketua tim medis dr Hisnindarsyah, mengungkapkan pengolahan ikan memiliki potensi tinggi terpapar faktor buruk karena aktifitas pekerjaan itu. Kondisi tersebut ditemui saat pemeriksaan pasien. Penyakit yang dominan gangguan kulit, gangguan pencernaan dan radang tenggorokan. (fiq/smu)