TEATRIKAL : Peserta aksi demo dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyembelih ayam dalam aksi teatrikal mengkritik kepemimpinan Presiden Jokowi, kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TEATRIKAL : Peserta aksi demo dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyembelih ayam dalam aksi teatrikal mengkritik kepemimpinan Presiden Jokowi, kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TEATRIKAL : Peserta aksi demo dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyembelih ayam dalam aksi teatrikal mengkritik kepemimpinan Presiden Jokowi, kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) terus mendapat penolakan. Salah satunya dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Mereka menuntut agar Jokowi segera mundur dan pulang kampung karena dinilai tidak becus mengurus negara.

”Kebijakan Jokowi yang menaikkan dan menurunkan harga BBM sangat membingungkan dan merugikan rakyat kecil. Kami mengutuk kebijakan itu karena seperti manajemen warung kopi,” ungkap Koordinator Aksi Nur Kholis saat menyampaikan orasinya di depan gerbang Kantor DPRD Jateng, Senin (30/3).

Dikatakan, kebijakan itu sangat menyengsarakan rakyat. Akibat naiknya harga BBM, seluruh kebutuhan lainnya juga ikut naik. Meskipun tidak ada komando bagi kenaikan tersebut, efek domino yang ditimbulkan sangat membebani rakyat terutama masyarakat kelas menengah ke bawah. ”Jokowi telah mempermainkan rakyat kecil. Kami tegaskan, kami anti Jokowi,” imbuh Kholis diikuti belasan mahasiswa lainnya.

Pada salah satu aksinya, mereka juga mempertunjukkan aksi teatrikal dengan cara menyembelih seekor ayam putih yang diibaratkan sebagai Presiden Jokowi. Pasalnya, mereka menilai Jokowi merupakan presiden yang tak berdaya dan mudah diombang-ambingkan ke sana-ke sini. ”Jokowi adalah presiden boneka yang terus ingkar janji. Tolong Gubernur Jateng dan juga anggota DPRD ikut bantu kami sampaikan ini,” harapnya.

Dalam tuntutannya, mereka mengajukan empat hal. Selain mengkaji kembali kebijakan menaikkan harga BBM, mereka juga menuntut Jokowi mengganti tim ekonomi pemerintahan dari yang berpaham neo-liberal menjadi berpaham ekonomi Pancasila. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah mengusut tuntas para mafia migas yang merugikan negara. ”Jika tidak mampu memahami dan menyelesaikan persoalan ini, silakan pulang kampung saja,” tandasnya.

Tak puas dengan aksi tersebut, mereka kemudian melampiaskan kemarahannya dengan menulis pada sebuah kertas dengan menggunakan darah ayam yang telah disembelihnya. Tulisan itu berbunyi ”Satu Kata Revolusi, Jokowi Mati”. ”Sekarang ayam ini mati. Sebentar lagi Jokowi juga harus lengser dari pemerintahan ini,” terangnya menyatakan akan kembali melakukan aksi demonstrasi dengan membawa massa yang lebih besar. (fai/ric/ce1)