PEMBERKASAN : Korban eksploitasi anak di bawah umur, MD, dimintai keterangan di ruang PPA Satreskrim Polres Pekalongan Kota, Senin (30/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMBERKASAN : Korban eksploitasi anak di bawah umur, MD, dimintai keterangan di ruang PPA Satreskrim Polres Pekalongan Kota, Senin (30/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMBERKASAN : Korban eksploitasi anak di bawah umur, MD, dimintai keterangan di ruang PPA Satreskrim Polres Pekalongan Kota, Senin (30/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN–Harapan gadis di bawah umur, MD,16, warga Kuripan Lor Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, bekerja sebagai pelayan warung, kandas sudah. Pasalnya, Heri, 30, warga Landungsari Gang 7 Pekalongan Timur Kota Pekalongan yang menjanjikan Februari 2015 lalu, justru menjadikannya sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Heri menjanjikan saya bekerja sebagai pelayan warung. Ternyata, saya dipekerjakan di lokalisasi oleh Heri dan Endang,” ucapnya saat dimintai keterengan oleh Jawa Pos Radar Semarang di ruang Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan Kota, Senin (30/3) kemarin.

MD mengaku sebelum dijadikan PSK, dirinya dipertemukan oleh Heri dengan Endang Suyanti, 32, warga Sidomulyo Gang1 Pasirsari Pekalongan Barat Kota. MD sempat menolak, namun dipaksa juga. “Waktu itu, awalnya saya tidak mau. Tapi Heri memaksa saya, karena Endang sudah mendapat tamu. Akhirnya terpaksa saya layani, karena saya butuh kerja,” sesalnya saat didampingi orang tuanya.

MD akhirnya menerima kerja jadi PSK di lokalisasi Dukuh Sidomulyo Kelurahan Pasir Kraton Kramat Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Selama bekerja, setiap melayani tamu hanya mendapat imbalan Rp 50 ribu dari Heri.

Kasus eksploitasi anak di bawah umur tersebut terungkap setelah adanya laporan penganiayaan terhadap M Misbakhul Anam, 21, warga Warungasem RT 4/RW 4 Batang, Minggu pagi (29/3) lalu pukul 08.00. Dengan TKP sama di Dukuh Sidomulyo Gang 1 Kelurahan Pasirsari Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan.

Anam mengaku sedang tidur bareng MD di TKP, tiba-tiba didatangi pelaku Umar Mafud alias Sempok, 27, warga Kergon Gang 11 Pekalongan; Nur Supeno, 40, warga Kuripan Lor Pekalongan Selatan Kota Pekalongan; dan Andre alias Cieng, 25, warga Podosugih Pekalongan Barat Kota Pekalongan yang merupakan kerabat MD. Karena tidak terima keluarganya diperlakukan seperti itu.

Ketiga pelaku langsung memukul Anam, selanjutnya dia dibawa keluar kamar dan kembali dipukuli lagi oleh pelaku di bagian wajah, dada dan perut. Akibat kejadian tersebut, Anam mengalami luka sobek di pelipis sebelah kanan dan kiri, sehingga Anam melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pekalongan Barat. Juga menyertakan saksi Endang Suyanti, 32, warga Sidomulyo Gang1 Pasirsari Pekalongan Barat Kota Pekalongan yang merupakan germo dari MD.

Tidak terima dengan pelaporan Anam dan Endang CS, keluarga korban MD atau pelaku pengeroyokan kembali meloporkan mereka ke Polres Pekalongan Kota pada Minggu (29/3) pukul 21.00.

Menanggapi hal itu, Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Bambang Purnomo, akan segera mengusut kasus tersebut sampai tuntas. “Kami masih mencari kedua tersangka Heri dan Endang. Keduanya pangkal permasalahan ini. Mereka telah melakukan trafficking atau eksploitasi anak di bawah umur untuk dijadikan PSK,” terang Bambang. (han/ida)