Terseret Longsor, Jalan Antar Desa Tinggal Separo

147
TERANCAM PUTUS: Kondisi jalan penghubung Desa Jebengplampitan dan Garung Lor tinggal separo karena terseret arus sungai Worawari yang banjir. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
TERANCAM PUTUS: Kondisi jalan penghubung Desa Jebengplampitan dan Garung Lor tinggal separo karena terseret arus sungai Worawari yang banjir. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
TERANCAM PUTUS: Kondisi jalan penghubung Desa Jebengplampitan dan Garung Lor tinggal separo karena terseret arus sungai Worawari yang banjir. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Ancaman longsor masih terus terjadi di Kecamatan Sukoharjo. Kawasan di wilayah selatan Wonosobo itu, pekan ini kembali mengalami longsor. Tebing di tepi jalan penghubung Desa Jebengplampitan – Garung Lor ambrol dan menyeret badan jalan. Akibatnya separo jalan aspal rusak parah hanyut terbawa air.

Menurut Sekretaris Kecamatan Sukoharjo Joko Widodo, bagian jalan yang longsor mencapai 1,5 meter. Akibatnya, jalan yang semula selebar 3 meter tersebut susah dilewati kendaraan roda empat. “Jalan ambrol, karena tebingnya longsor,”katanya.

Joko mengatakan, pemicu jalan rusak karena tebing yang berada di Sungai Worawari diterjang air sungai. Secara perlahan, tebing terus tergerus hingga longsor. Banjir menghanyutkan bronjong pengaman tebing, sehingga menyebabkan longsornya tebing sepanjang 36 meter dengan tinggi 6 meter yang menyangga jalan aspal Jebengplampitan-Garung Lor. “Karena jalan tepat di tepi tebing, ikut hanyut,” katanya.

Camat Sukoharjo Mulyono mengimbau kepada para warga, segera mengamankan lokasi dan mengupayakan pemasangan bronjong lagi. Bila perlu, menggeser jalan ke posisi lebih jauh dari tebing dengan mengganti tanah milik warga.

“Jalan ini juga satu-satunya akses jalur evakuasi untuk Desa Garung Lor yang rawan bencana longsor,” ujarnya.

Ditambahkan dia, apabila terjadi bencana dan mengakibatkan penyelamatan, maka jalan itu merupakan satu-satunya akses jalur evakuasi. Jalan tersebut merupakan jalur ekonomi yang menghubungkan Desa Garung Lor dan Desa Kalibening ke ibukota kecamatan.

“Kami akan persiapkan jalan sementara. Meski begitu semua warga tetap waspada, karena sungai Worawari merupakan bagian dari Sungai Tulis yang mata airnya dari Dieng,” jelasnya. (ali/ton)