KENDAL – DPRD Kendal menilai Pemkab masih kurang memberikan apresiasi dan ruang berekspresi para seniman di Kendal. Buktinya, sampai saat ini belum ada gedung kesenian di Kendal yang dibangun pemerintah. Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono mengatakan, hingga kini, kondisi seniman di Kendal seperti mati suri. Sebab tidak ada wadah untuk mereka mengekspresikan karya mereka. “Seniman yang bertahan itu hanya mampu menghidupi dirinya sendiri tanpa bisa berkembang,” katanya, kemarin.

Ia meminta pemerintah turun tangan dengan memberikan ruang bagi seniman untuk berekspresi. Apalagi sampai sekarang, Pemkab Kendal belum membangun satu gedung untuk untuk penlestarian dan pengembangan seni budaya.

“Pembangunan gedung kesenian harusnya menjadi prioritas di Kendal selain perbaikan infrastruktur jalan. Untuk itu, pemerintah perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan gedung kesenian,” imbuhnya.

Di Kendal sebenarnya banyak potensi seni budaya yang berkembang. Bahkan tak sedikit seniman atau budayawan dari asli Kendal yang berhasil dan sukses. Bahkan baru-baru ini banyak penyanyi-penyanyi dangdut asal kendal yang ikut kompetisi tingkat nasional.

Keberadaan gedung kesenian nantinya bukan hanya sekadar menggelar kegiatan yang bersifat even, tapi juga menjadi wadah berkumpulnya para seniman. Sehingga seniman dan budayawan bisa saling bertukar ilmu dan pengalaman. “Hasilnya, para seniman akan melahirkan karya seni yang kreatif. Sehingga nantinya kesenian dan kebudayaan di Kendal semakin maju dan dikenal oleh seluruh nusantara,” tambahnya.

Prapto menambahkan, keberadaan seniman sekaligus karyanya jelas bisa mendongkrak komoditas industri dan pariwisata. Apalagi, di Kendal sudah hidup beragam kesenian tradisional, sehingga perlu untuk dilestarikan. Ia berharap, pembangunan gedung kesenian dapat dilaksanakan 2016 mendatang. Rencananya, pihaknya akan mengundang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinspora), Dewan Kesenian Kendal, Dinas Pariwisata, dan seniman untuk melakukan kajian bersama. “Harus dikaji lebih dulu, baik soal biaya maupun estetika gedung yang nantinya akan dibangun. Jadi, tidak asal bangun tapi benar-benar sesuai dengan fungsinya,” tambahnya,

Ketua Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Kendal, Slamet Priyatin mengatakan, jumlah kelompok kesenian tradisional di kabupaten ini lebih dari seribu. Selain itu, komunitas seni juga bermunculan di sejumlah daerah, seperti sastra, musik, dan teater. “Untuk kesenian tradisonal hampir di tiap kecamatan ada, bahkan desa. Kalau teater, sastra, dan musik sudah berkembang di daerah-daerah dan sekolah-sekolah. Kendal, saya pikir salah satu daerah yang cukup banyak keseniannya,” katanya. (bud/fth)