Satlantas Rangkul 210 Klub Otomotif

158
HAI BRO: Petugas Satlantas Polrestabes Semarang saat berkumpul bersama anggota klub motor di kawasan Simpang Lima, kemarin. (Abdul Mugis/Jawa Pos Radar Semarang)
HAI BRO: Petugas Satlantas Polrestabes Semarang saat berkumpul bersama anggota klub motor di kawasan Simpang Lima, kemarin. (Abdul Mugis/Jawa Pos Radar Semarang)
HAI BRO: Petugas Satlantas Polrestabes Semarang saat berkumpul bersama anggota klub motor di kawasan Simpang Lima, kemarin. (Abdul Mugis/Jawa Pos Radar Semarang)

SIMPANG LIMA – Ada pemandangan unik di Jalan Pahlawan pada Jumat (27/3) malam lalu. Sejumlah remaja bermotor yang sedang nongkrong, tiba-tiba kalang kabut dengan membetot gas motornya.

Mungkin dikira akan dirazia, sehingga mereka memilih kabur. Padahal puluhan anggota polisi Satlantas Polrestabes Semarang menyambangi setiap klub-klub motor dan mobil yang asyik nongkrong di Jalan Pahlawan Semarang.

Namun demikian, yang kabur itu hanya remaja yang motornya protolan dan tidak mengenakan helm. Sedangkan bagi anggota klub motor resmi tentu saja malah senang disambangi para polisi, di antaranya polwan-polwan cantik. ”Senang sekali, para polisi Satlantas Polrestabes Semarang ngobrol santai bersama kami. Akrab sekali, kita tukar-tukaran nomor telepon, PIN BlackBery,” ujar salah seorang anggota klub motor ditemui Jawa Pos Radar Semarang di pinggir Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (27/3) malam lalu.

Tim kepolisian malam itu dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Bhuana Santoso yang mengenakan kaus dan berjaket gaul.

Ternyata Satlantas Polrestabes Semarang memang sedang melakukan sosialisasi program terbarunya bernama ”Hai Bro”. Sesuai dengan nama itu, aparat polisi Satlantas menyapa para klub otomotif yang sedang nongkrong. ”Ini kegiatan ringan, kami sengaja berkumpul secara langsung dengan para klub otomotif. Ngobrol santai aja, sembari mengenal satu dengan yang lain,” kata Kasatlantas AKBP Pungky Bhuana Santoso.

Pungky mengatakan, selama ini masyarakat masih cenderung berpersepsi bahwa anggota Satlantas itu kaitannya dengan tilang-menilang. ”Nah, itu persepsi yang salah. Kami sebenarnya tidak suka menilang. Fokus kami agar kita semua menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Dikatakan Pungky, pendekatan yang dilakukan adalah melalui preventif atau pencegahan. ”Misalnya ada pengendara tidak pakai helm, tidak harus ditilang. Tapi kita tegur baik-baik, ngobrol baik-baik. Mereka yang melanggar agar paham sendiri apa arti penting disiplin berlalu lintas. Kita semua supaya malu kalau hanya bisa melanggar lalu lintas. Sehingga disiplin berlalu lintas itu tidak usah disuruh,” katanya.

Atas hal itu, pihaknya menempuh untuk turun langsung dengan merangkul masyarakat. ”Kami bagian dari masyarakat. Kami merangkul klub-klub motor di Semarang menjadi partner. Ketemu di jalan bisa menyapa,” katanya.

Dijelaskan Pungky, kegiatan ini diberi nama ”Hai Bro”. Kenapa dinamai Hai Bro, Pungky menjelaskan, Satlantas harus bisa membumi dalam masyarakat. Maka butuh membudayakan persaudaraan. ”Menyapa akrab, itu jelas lebih familier,” katanya.

Dalam program ”Hai Bro”, pihaknya akan bekerja sama dengan sebanyak 210 klub otomotif yang terdiri atas 112 klub motor dan 98 klub mobil, secara bertahap. ”Saat ini kami telah bekerja sama dengan FKPM (Forum Kerjasama Polisi Masyarakat) Semarang. Kami berharap mereka bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Pungky menjelaskan, adanya klub otomotif sebenarnya adalah hal positif dan kreatif. Yang menjadi masalah adalah munculnya gerombolan motor yang bebas kontrol tanpa aturan. Terjadilah aksi balap liar yang membahayakan nyawa manusia. ”Jadinya mereka melanggar lalu lintas. Sejumlah klub saya lihat sudah tertib dan terorganisir membuat kegiatan-kegiatan positif. Mereka melengkapi kelengkapan kendaraan dan surat-surat,” katanya.

Ketua Forum Kerjasama Polisi Masyarakat Bidang Lalu Lintas, Andre Yanuar, mengatakan sangat antusias atas program ”Hai Bro” Satlantas Polrestabes Semarang. ”Kami mendukung penuh program ini. Kami senang, polisi melakukan pendekatan ke klub-klub motor yang biasa nongkrong di pinggir jalan,” katanya. Menurutnya, jika kegiatam ini rutin dilakukan, pihaknya yakin bahwa pelanggaran lalu lintas akan bisa ditekan. ”Saya jamin, kalau anggota klub motor sudah sadar sendiri,” kata Andre. (amu/zal/ce1)