Pembangunan Jalan Tak Lagi Parsial

143
PERLU PENANGANAN SERIUS : Jalan rusak masih menjadi problem infrastruktur utama di Jateng. Pemprov menjanjikan perbaikan jalan rusak secara menyeluruh tahun ini. (Radar semarang files)
PERLU PENANGANAN SERIUS : Jalan rusak masih menjadi problem infrastruktur utama di Jateng. Pemprov menjanjikan perbaikan jalan rusak secara menyeluruh tahun ini. (Radar semarang files)
PERLU PENANGANAN SERIUS : Jalan rusak masih menjadi problem infrastruktur utama di Jateng. Pemprov menjanjikan perbaikan jalan rusak secara menyeluruh tahun ini. (Radar semarang files)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyatakan bahwa mulai tahun 2015 ini semua pengerjaan infrastruktur jalan tidak lagi dilakukan secara parsial. Sebab, seluruh bagian ruas jalan akan dikerjakan secara langsung karena dinilai lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

”Jadi nanti bikin jalannya tidak lagi di-ecer-ecer (dipisah-pisah) per bagian. Kami berikan langsung glondongan untuk dikerjakan secara keseluruhan. Biar rakyat dapat melihat dan merasakan langsung hasil pembangunannya,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, Minggu (29/3).

Sri menjelaskan, khusus pembangunan infrastruktur, pihaknya akan fokus pada upaya-upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur yang sesuai dan berdaya guna. Selain itu, upaya perbaikan dan pemeliharaan jalan dan jembatan, serta rancang bangun sistem transportasi yang terjangkau dan terintegrasi akan terus dilakukan di samping juga perlu menerapkan standardisasi dan regulasi yang jelas.

”Kalau membangun jembatan ya yang kokoh, dan kalau bikin jalan ya yang tanpa lubang. Setidaknya itulah standar yang dinilai dan diharapkan oleh rakyat. Karena bagaimanapun juga rakyatlah yang nantinya akan menggunakan dan merasakan langsung,” terang Sri.

Ditambahkan Sri, dalam hal percepatan pembangunan infrastruktur yang rusak, pemprov akan melakukan regrouping bantuan dana provinsi yang diberikan ke kabupaten/kota. Sehingga, dana tersebut dapat difokuskan pada program pembangunan infrastruktur yang mendesak, termasuk yang rusak karena bencana. ”Ini sesuai dengan salah satu misi kami yaitu meningkatkan infrastruktur untuk mempercepat pembangunan Jateng yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta secara khusus kepada para kontraktor yang mengerjakan sejumlah paket pekerjaan infrastruktur untuk membuat produk dengan kualitas nomor satu atau istimewa. Pasalnya, anggaran pekerjaan paket itu berasal dari rakyat dan harus dipersembahkan kembali kepada rakyat dengan baik.

”Nantinya saya akan neritik (jeli) melihat hasil pekerjaan itu. Sehingga proyek tahun ini lebih nendang dibanding proyek sebelumnya. Naiknya anggaran 100 persen harus dibarengi dengan kualitas. Jangan sampai nantinya ada complain,” ujarnya.
Ganjar menegaskan, pembangunan ini merupakan lanjutan dari tahun infrastruktur sebelumnya yang dicanangkan Pemprov Jateng. Oleh karenanya, pada tahun ini ia akan terus mendorong untuk efisiensi waktu dalam setiap pengerjaannya. ”Selain itu, profesionalitas juga harus tetap diperhatikan. Terlebih lagi bulan Juli mendatang sudah memasuki Lebaran,” terang mantan anggota DPR RI itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jateng Bambang NK dalam laporannya menyebutkan bahwa Pemprov Jateng pada tahun 2015 mendapatkan alokasi dana untuk pengerjaan konstruksi, jasa konsultasi, pengadaan barang dan jasa lainnya sebesar Rp 2.131.729.718.000. Total jumlah uang itu berasal dari dana APBD Rp 2.071.899.718.000 dan dana APBN Tugas Pembantuan Rp 59.830.000.000.

”Untuk pekerjaan konstruksi, sebanyak 132 paket. Dengan rincian 95 paket di antaranya telah dilakukan penandatanganan kontrak dan dua paket lainnya dalam proses sanggah banding. Selain itu, terdapat juga 35 paket yaitu pemeliharaan berkala jalan (31 paket) dan peningkatan jalan (empat paket) yang dilelangkan melalui pokja ULP (Unit Layanan Pengadaan) Jawa Tengah dan rencana penandatanganan kontraknya pada bulan April 2015,” bebernya. (fai/ric/ce1)