AUDIENSI : Himppar Salatiga saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Salatiga, Yulianto di Rumah Dinas Wali Kota pada Jum’at (27/3) malam. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AUDIENSI : Himppar Salatiga saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Salatiga, Yulianto di Rumah Dinas Wali Kota pada Jum’at (27/3) malam. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AUDIENSI : Himppar Salatiga saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Salatiga, Yulianto di Rumah Dinas Wali Kota pada Jum’at (27/3) malam. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Sejumlah perwakilan Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Papua Barat (Himppar) Salatiga tidak menampik jika selama ini citra warga Papua di Salatiga cenderung negatif di mata masyarakat. Terkait hal ini, Himppar Salatiga bertekad menjalin komitmen dengan pemerintah Salatiga untuk membuat sejumlah kegiatan positif bagi warga Papua di Salatiga seperti misalnya aksi-aksi sosial.

“Kami berharap, nantinya Pemkot Salatiga dapat melibatkan kami dalam berbagai kegiatan sosial dan membaur bersama masyarakat Salatiga. Kami akan melakukan pengawasan dengan membuat kartu tanda anggota Himppar untuk mempermudah pencegahan tindakan-tindakan negatif anggota Himppar di Salatiga,” kata Ketua Himppar Salatiga, Donius Tabuni saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Salatiga, Yulianto di Rumah Dinas Wali Kota pada Jum’at (27/3) malam.

Dalam audiensi tersebut, Himppar juga bermaksud melakukan klarifikasi terkait keterlibatan mahasiswa asal Papua di Salatiga dalam aksi tawuran dengan warga Kopeng beberapa waktu lalu yang tidak sepenuhnya benar.

“Kami pertama-tama meminta maaf kepada wali kota dan masyarakat Salatiga terkait adanya pemberitaan mengenai tawuran tersebut. Namun kami mewakili segenap keluarga besar Himppar Salatiga juga ingin mengklarifikasi bahwa sejumlah rekan-rekan Papua pada saat kejadian tidak terlibat dan kebetulan berada di tempat yang sama saat peristiwa tersebut terjadi,” ungkap Donius.

Karena itulah, imbuh Donius, Himppar meminta agar mahasiswa Papua diikut dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. “Agar tidak ada image negatif terhadap mahasiswa asal Papua di Salatiga,” harapnya.

Wali kota menyambut baik kedatangan perwakilan Himppar. Apalagi Himppar bertekad turut aktif dalam menjaga kondusivitas Kota Salatiga dan lebih membaur dengan masyarakat setempat.

“Nanti bersama-sama membuat program kegiatan positif di Salatiga, kami akan dukung penuh. Saya berharap, Himppar Salatiga bisa lebih aktif dalam menggalang kegiatan positif dan membaur dengan masyarakat Salatiga,” pungkas wali kota. (abd/ida)