KEBANJIRAN ORDER : Pedagang lele ketiban rezeki menyusul harga daging ayam dan sapi mahal kemarin. (JPNN)
KEBANJIRAN ORDER : Pedagang lele ketiban rezeki menyusul harga daging ayam dan sapi mahal kemarin. (JPNN)
KEBANJIRAN ORDER : Pedagang lele ketiban rezeki menyusul harga daging ayam dan sapi mahal kemarin. (JPNN)

SOLO – Harga daging di pasaran yang masih tinggi membikin penjual ikan lele ketiban rezeki lebih. Para pembeli saat ini memilih beralih mengkonsumsi ikan lele daripada daging ayam atau sapi. Konsumen memilih lele sebagai alternatif lauk-pauk keluarga menghemat pengeluaran.

Harga daging ayam di pasaran saat ini menembus Rp 25 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi kering mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Namun harga lele Rp 18 ribu per kilogram. ”Sejak harga daging ayam dan sapi melonjak, kami kebanjiran order,” ungkap Arifyanto, 27, pedagang lele Pasar Gagan, Kecamatan Ngemplak, kemarin (29/3).

Lantaran order membeludak, dia bisa menjual lele hingga 40 kilogram per hari. Selain ibu rumah tangga, order juga datang dari warung makan dan pemilik katering. ”Banyak yang pesan lele, biasanya kalau harga ayam di bawah Rp 20 ribu per kilogram tidak banyak yang membeli lele,” kata dia.

Sri Mulyani, 45, pedagang lele lainnya mengatakan, pembeli terus bertambah sejak beberapa hari terakhir. Beruntung, stok ikan lele di pengepul banyak, sehingga bila kehabisan stok langsung memesan lagi. ”Untungnya pengepul banyak stok, jadi tidak susah kalau minta tambahan kiriman,” timpalnya.

Kebanyakan pembeli datang dalam jumlah banyak untuk acara mingguan, seperti arisan RT maupun kumpulan ibu-ibu pengajian. Para pembeli selama ini memilih lele daripada ayam lantaran lebih ekonomis. ”Mereka beralasan kalau beli ayam dibuat acara besar seperti rapat mingguan terlalu boros,” terang dia.

Seorang pembeli, Anto, 35, warga Kertonatan, Kartasura menjelaskan, membeli lele untuk mengisi acara keluarga. Dia memilih lele lantaran rasanya enak dan ekonomis. ”Kalau untuk acara keluarga seperti ini saya biasanya menggunakan lele untuk makanan,” tutur dia. (yan/un/jpnn/ric)