Ganjar Prioritaskan Rawa Pening

150
MAKIN DANGKAL : Kondisi Rawa Pening semakin dangkal lantaran sedimentasi yang tinggi dan ditumbuhi enceng gondok yang mengganggu jalur nelayan mencari ikan. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKIN DANGKAL : Kondisi Rawa Pening semakin dangkal lantaran sedimentasi yang tinggi dan ditumbuhi enceng gondok yang mengganggu jalur nelayan mencari ikan. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKIN DANGKAL : Kondisi Rawa Pening semakin dangkal lantaran sedimentasi yang tinggi dan ditumbuhi enceng gondok yang mengganggu jalur nelayan mencari ikan. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TUNTANG—Rawa Pening saat ini menjadi prioritas dari 12 rawa kritis di Indonesia. Apalagi, sedimentasi dan pertumbuhan enceng gondok semakin hari sangat memprihatinkan. Bahkan, akibat sedimentasi rawa, banyak daerah sekitar rawa yang terkena banjir.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai memimpin Musrenbang Jawa Tengah Korwil I di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, beberapa hari lalu. Pihaknya ingin mendudukkan dalam satu meja antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang dengan Pemerintah Pusat. “Kami berharap, ada inisiatif yang muncul dari Pemkab Semarang,” tandasnya.

Menurut Ganjar, permasalahan Rawa Pening merupakan masalah nasional. Bahkan ada beberapa negara asing yang sampai saat ini masih ikut memantau perkembangan Rawa Pening.

“Pikiran saya, sebagai orang yang tidak terlalu tahu tentang hal teknis, akan mencarikan alat untuk membersihkan dulu enceng gondok. Baru kemudian menggarap sedimentasinya. Tapi ingat, di hulu sana gundul. Jadi akan mudah membawa tanah dan kembali dangkal,” terangnya.

Jadi, lanjut Ganjar, penanganan Rawa Pening diperlukan rekayasa engineering. Saat ini, pihaknya sudah ditawari mesin pengeruk encek gondok seharga Rp 23 miliar. Dengan kerukan sedalam 8 meter sampai 10 meter. Tapi harus bisa dimanfaatkan sebagai kerajinan. Supaya bisa memberikan bantuan ekonomi kepada masyarakat.

“Jangan khawatir, saya sudah jalan dalam upaya menangani Rawa Pening. Zaman Joko Kirmanto, saya juga sudah berbicara, lalu saya teruskan ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Muljono. Dengan sebuah harapan, masalah ini bisa segera diselesaikan,” katanya.

Sementara itu Sapto Yoyok, 27, warga Sumurup, Bawen, meminta pemerintah menfokuskan diri dalam menangani encek gondok di Rawa Pening. Pasalnya sampai saat ini, keadaan Rawa Pening semakin mengkhawatirkan. Pengaruhnya, banyak nelayan yang tidak bekerja akibat pertumbuhan encek gondok yang menutup jalur kapal.

“Kami meminta agar enceng gondok segera ditangani. Karena saat ini enceng gondok sudah bercampur dengan tanaman liar. Jika semakin dibiarkan, akan tumbuh rumput dan semakin hari bisa menjadi lapangan bola,” pungkasnya. (abd/ida)