GROGI: Salah seorang peserta saat diminta mempraktikkan public speaking di hadapan peserta lain. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip. (SIGIT ANDRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GROGI: Salah seorang peserta saat diminta mempraktikkan public speaking di hadapan peserta lain. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip. (SIGIT ANDRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GROGI: Salah seorang peserta saat diminta mempraktikkan public speaking di hadapan peserta lain. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip. (SIGIT ANDRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Gelak tawa muncul ketika para peserta Public Speaking One Day Training mempraktikkan materi yang telah disampaikan pembicara. Tak sedikit yang menampilkan wajah grogi serta ekspresi kurang percaya diri (PD) ketika menjajal kemampuan public speaking-nya di hadapan sesama peserta training. Diawali dengan penjelasan mengenai pentingnya bahasa tubuh atau body language dengan berbagai macam arti dalam setiap gerakannya, acara ini berhasil memikat perhatian para peserta sejak awal hingga akhir.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (HMPS Humas Undip). Tujuannya untuk memberikan pengalaman kepada para peserta untuk menjadi public speaker yang andal. Dengan mendatangkan Guruh Taufan Hariyadi, Trainer Public Speaking Academy.

”Sudah menjadi pengetahuan kita kan Mas, bahwa keterampilan public speaking sangat dibutuhkan di dunia kerja. Jadi kami ingin memfasilitasi teman-teman mahasiswa Semarang ataupun dari kalangan umum untuk mempelajari teknik-teknik public speaking yang baik,” ungkap Asti Ars ketua HMPS Humas Undip.

Bertempat di ruang teater, Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, acara ini dihadiri sekitar 40 peserta. Beberapa di antara peserta mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Berbagai ilmu baru, mereka dapatkan setelah mendengarkan materi dari pemateri yang juga merupakan dosen Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.

Seperti Yeremi Gamaliel, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Undip yang sengaja datang karena menurutnya, ilmu public speaking akan sangat ia perlukan baik sekarang maupun nanti ketika lulus dari bangku perkuliahan. ”Saya senang bisa mengikuti training ini, karena saya bisa mendapatkan ilmu-ilmu dan pengalaman-pengalaman baru. Yang saya rasa ini sangat bermanfaat dan dapat berguna atau dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar mahasiswa yang sering menjadi master of ceremony (MC) ini.

Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengatasi rasa gugup dan kurang percaya diri saat berbicara di depan umum. Dengan beberapa teknik yang diajarkan, para peserta yang sebelumnya tidak memiliki keberanian, menjadi lebih percaya diri dalam mengungkapkan pikirannya di depan khalayak. (mg23/zal/ce1)