Awalnya Coba-Coba, 1 Tabung Gantikan 5 Liter Bensin

11661
PAKAI TABUNG GAS : Suripno menunjukkan gas elpiji yang digunakannya sebagai pengganti BBM Premium untuk menjalankan mobil angkutannya. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAKAI TABUNG GAS : Suripno menunjukkan gas elpiji yang digunakannya sebagai pengganti BBM Premium untuk menjalankan mobil angkutannya. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAKAI TABUNG GAS : Suripno menunjukkan gas elpiji yang digunakannya sebagai pengganti BBM Premium untuk menjalankan mobil angkutannya. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) premium dalam satu bulan hingga 2 kali, telah memberatkan masyarakat. Untuk mengatasi persoalan ekonomi tersebut, pemilik angkutan barang terpaksa mengganti BBM dengan gas elpiji. Seperti apa?

FAIZ URHANUL HILAL, Kajen

SEKILAS mobil pikap milik Suripno, 36, yang sehari-hari digunakan untuk mengangkut gas elpiji ke berbagai pedagang, tidak ada yang istimewa. Dari luar layaknya mobil angkutan pada umumnya, dengan dipenuhi ratusan tabung gas elpiji 3 Kg yang tersusun rapi pada baknya.

Namun begitu pintu kemudi dibuka, sebuah tabung gas elpiji melon 3 kg terlihat duduk di kursi samping kursi pengemudi. Tabung gas melon yang mendapatkan perlakuan khusus itu, kata dia, dihubungkan dengan karburator mobil menggunakan selang. “Ini bahan bakarnya, di samping saya,” ujar Desa Api-Api Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan sembari tertawa.

Penggunaan gas elpiji tersebut begitu mengesankan. Satu tabung gas 3 Kg mampu menggantikan lima liter bensin. Dengan menggunakan gas sebagai pengganti bahan bakar, biaya operasional dropping elpiji pun dapat dipangkas hingga 50 persen. “Muatan saya saban hari itu rata-rata 180 tabung gas melon,” jelas pemilik pangkalan gas itu.

Selain memangkas pengeluaran, performa mobil bisa dikatakan jempolan. Bahkan, ketika mesin mobil dinyalakan, knalpot tidak tampak mengeluarkan asap. Bisa dikatakan bersih.

Demikian pula, ketika mobil melaju di jalan tanjakan maupun jarak jauh, tetap kuat. Bahkan, ketika kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan, Suripno pun dengan mudah bisa mengatasinya. “Kalau kehabisan ya mudah saja. Barang angkutan saya kan gas. Jadi tinggal ganti saja,” timpalnya.

Selain untuk mobil, gas elpiji juga digunakan untuk sepeda motor dengan kapasitas gas elpiji 3 kg menggantikan premium 8 liter.

Menurut Suripno, dengan menggunakan gas elpiji, dirinya tidak lagi mengkhawatirkan adanya fluktuasi harga BBM premium. Dia berharap, usahanya tetap lancar meski harga harga premium terus melejit. “Saya sekarang tidak khawatir lagi, mau bensin naik seberapapun. Selain itu, juga memangkas pengeluaran operasional,” imbuhnya.

Dirinya sudah setengah bulan memakai gas elpji untuk menjalankan mobilnya. Awalnya hanya coba-coba menggunakan gas elpiji, tapi akhirnya keterusan. “Semula saya memang pusing, dengan kenaikan harga BBM yang terus-terusan. Karena biaya operasional sehari-hari juga membengkak. Tapi bagaimana memangkas pengeluaran itu, akhirnya saya pakai gas elpiji,” paparnya. (*/ida)