KECELAKAAN MAUT : Truk mengangkut aneka makanan ringan remuk dan tronton pengakut benang miring, pasca tabrakan yang diduga akibat sopir mengantuk di Blotongan Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KECELAKAAN MAUT : Truk mengangkut aneka makanan ringan remuk dan tronton pengakut benang miring, pasca tabrakan yang diduga akibat sopir mengantuk di Blotongan Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KECELAKAAN MAUT : Truk mengangkut aneka makanan ringan remuk dan tronton pengakut benang miring, pasca tabrakan yang diduga akibat sopir mengantuk di Blotongan Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Diduga sopir mengantuk, truk nopol K 1772 N, pengangkut aneka makanan ringan menabrak truk kontainer pengangkut benang dengan nomor polisi (nopol) H 1734 CH, di Desa Tegalombo, Blotongan, Salatiga kemarin (27/3) pukul 06.00 pagi. Akibatnya, sopir truk pengangkut makanan ringan bernama Arif Purnomo, 35, tewas di tempat kejadian. Sedangkan 3 korban lainnya mengalami luka ringan.

Dari keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, truk tronton yang dikendarai oleh Suparman, 46, bersama istrinya, Paryati, 42, sedang melaju dari arah Semarang menuju Pabrik Sritex, Sukoharjo. Sampai di Blotongan Salatiga, dari arah Solo, truk pengangkut aneka makanan ringan melaju dengan kencang dan oleng. Dugaan sementara, sopir truk mengantuk.

Begitu tahu akan ditabrak, Suparman segera menepikan truknya ke kiri. Sayangnya, kecelakaan tidak terhindarkan. Truk aneka makanan ringan menabrak truk tronton. Untungnya kernet truk aneka makanan ringan berhasil melompat sehingga hanya mengalami luka ringan di kepala. Sedangkan Arif terjepit di truk, sehingga tewas, karena kepalanya pecah. Sedangkan Suparman hanya mengalami luka sobek di pelipis.

Kepada wartawan, Paryati mengatakan bahwa dari arah Semarang suaminya telah mengetahui akan ditabrak. Sebab, dari jarak 100 meter, truk yang dikendarai arif sudah oleng. Suaminya hendak meminggirkan truknya, tapi apa daya, truk sudah dekat. Kecelakaan tidak bisa dihindarkan.

“Suami saya sudah berusaha meminggirkan truk. Tapi sudah mepet dengan trotoar, tetap saja tertabrak. Ketika terjadi kecelakaan tadi, saya tarik suami saya. Soalnya tubuhnya hampir terjatuh keluar dari kemudi truk. Untungnya, suami saya baik-baik saja. Hanya mengalami luka lecet di pelipis akibat terkena pecahan kaca,” katanya.

Sementara itu, Suroso, 42, saksi mata mengatakan jika suara tabrakan sangat keras. Saat keluar rumah, sudah terjadi kecelakaan. Sopir truk terjepit di dalam kemudi. Tapi tidak ada yang berani menolong, karena kondisinya sangat parah. Kepalanya pecah, tangannya putus dan kakinya remuk.

“Saya bersama masyarakat segera menolong sopir truk tronton, istri dan kernet truk aneka makanan ringan yang mengalami luka. Sopir truk baru dikeluarkan ketika polisi datang,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Salatiga, AKP Adhytiawarman GP mengatakan bahwa petugas masih akan mengevakuasi truk agar tidak menyebabkan kemacetan. Jalur Blotongan saat ini dipindahkan sementara agar tidak terjadi kemacetan panjang.

“Dua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga. Nantinya petugas akan menyelidiki penyebab kecelakaan. Saat ini, dugaannya sopir truk mengantuk,” pungkasnya. (abd/ida)