DIKELER : Keempat tersangka pengeroyokan dikeler ke Mapolres Pekalongan untuk dimintai pertanggungjawabannya. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKELER : Keempat tersangka pengeroyokan dikeler ke Mapolres Pekalongan untuk dimintai pertanggungjawabannya. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKELER : Keempat tersangka pengeroyokan dikeler ke Mapolres Pekalongan untuk dimintai pertanggungjawabannya. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Tersangka pengeroyok Wisam Bayu Bin Peno Suwarno, 31, warga Kelurahan Degayu RT 1/4 Kecamatan Pekalongan Utara dan M Subkan Bin Basari alias Pak Le, warga Kelurahan Gamer Wetan nomor 90 Kecamatan Pekalongan Timur, jumlahnya ternyata hanya 4 orang, bukan 6 orang.

Keempatnya akhirnya ditangkap di atas kapal oleh tim Buser Reskrim Polres Pekalongan Kota di Muara Baru Jakarta, pada Jumat dini hari (27/3) kemarin, sekitar pukul 00.00. Adalah Febri Aksanidom, 20, warga Panjang Wetan Pekalongan Utara; Amirul Muttaqien, 21, warga Jalan Kusuma Bangsa Panjang Wetan Pekalongan Utara; Dedi Reza, 25, warga Panjang Wetan Gang Umbul; dan M Zein, 23, warga Panjang Wetan Gang 1.

Berdasarkan keterangan pelaku Febri, sebelum terjadi aksi pengeroyokan, korban melewati keempatnya. Salah satu pelaku, Amirul sempat hendak ditabrak. “Waktu itu saya mau beli bensin, bareng teman-teman. Lalu dia (korban, red) melintas berboncengan. Hampir nyrempet teman saya Amirul yang menyebrang jalan hendak beli nasi di warung Lamongan. Dia (korban, red), sudah menyrempet, tapi malah ngata-ngatain kasar,” katanya.

Merasa diumpat, korban bersama temannya putar balik sambil membawa balok kayu menantang keempat orang tersebut. Setelah memukul, kayu jatuh. Salah satu pelaku, Zein berinisiatif mengambil kayu. Dan terus mukuli korban. Merasa terdesak, kedua korban kemudian lari ke depan ruko. Namun, keempat pelaku Dedi, Zein, Febri dan Amirul mengejar keduanya.

Tanpa diduga, Febri mengeluarkan pisau yang disimpan di celananya. “Saya yang menusuk waktu korban terdesak di depan ruko. Setelah saya tusuk, kami berempat langsung jalan ke arah barat,” kata pemuda yang penuh tato ini.

Setelah itu, pihaknya kabur. Sempat dua hari di rumah Reza untuk bersembunyi. Lalu kabur ikut kapal. “Tapi tertangkap di Muara Baru Jakarta tadi pagi,” ucapnya yang juga mabuk saat kejadian berlangsung.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Lutfhie Sulistiawan, sebenarnya sudah mendapatkan informasi tentang pelaku saat awal-awal kejadian. “Kami kesulitan menangkap pelaku, karena mereka ikut kapal selama tiga bulan. Dapat informasi mau bersandar, langsung kami tangkap,” ucap Luthfie. Kini, keempatnya dikenai pasal 70 dengan ancaman hukuman 12 tahun.

Sementara itu, pengeroyokan yang berbuntut kematian terjadi di Jalan Kimangunsarkoro Kelurahan Gamer (depan SPBU) Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan. Wisam yang mengalami luka tusuk dengan lebar 3 cm, kedalaman 15 cm dan mengenai pembuluh darah besar diperut, hingga mengalami pendarahan hebat. Wisam sempat ditolong oleh Subkan yang tidak terluka beserta warga sekitar. Bahkan, dibawa ke RS Bedah Aro Kota Pekalongan. Namun, akhirnya meninggal dunia. (han/ida)