Terhimpit Batu, Ibu 2 Anak Tewas

115
LONGSOR LAGI: Sejumlah warga Semagung Sruni Kelurahan Jaraksari tengah gotong royong membersihkan lokasi longsor dan menyelamatkan barang-barang milik korban. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR SEMARANG)
LONGSOR LAGI: Sejumlah warga Semagung Sruni Kelurahan Jaraksari tengah gotong royong membersihkan lokasi longsor dan menyelamatkan barang-barang milik korban. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR SEMARANG)
LONGSOR LAGI: Sejumlah warga Semagung Sruni Kelurahan Jaraksari tengah gotong royong membersihkan lokasi longsor dan menyelamatkan barang-barang milik korban. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR SEMARANG)

WONOSOBO – Hujan deras disertai angin yang mengguyur wilayah Wonosobo Jumat (27/3) siang kembali memicu longsor. Rumah milik Sri Kuntarto, 42, warga Kampung Semagung RT 15 RW 5 Sruni, Kelurahan Jaraksari, dihantam batu besar disertai lumpur. Akibatnya bangunan tembok ambrol dan menimpa Laila Musbekhi, 31, hingga tewas.

Pantauan Radar Kedu di lokasi, rumah Sri Kuntarto berada di bawah tebing setinggi sekitar 10 meter. Di atas tebing terdapat kebun warga. Di tebing tersebut, terdapat sejumlah batu besar. Satu di antaranya beratnya sekitar satu ton.

Akibat hujan deras disertai angin, tebing yang berupa tanah liat, tidak mampu menahan batu. Longsor terjadi, batu terjatuh dan menghantam pagar bagian belakang rumah Sri Kuntarto. Saat kejadian, di dalam rumah tersebut ada tiga orang. Yakni Laila Musbekhi beserta dua anaknya Yunas Aditya Octavano, 10, dan Dyah Ayu Lestari, bayi berusia satu tahun.

Laila yang saat kejadian tengah makan siang dan duduk membelakangi dinding, tak berhasil meloloskan diri. Dia tertimpa material bangunan dan terjepit batu. Saat diangkat dari lokasi, kondisinya kritis dan nyawanya tak bisa diselamatkan.

“Saya mengangkat korban dalam kondisi tertelungkup terjepit bebatuan dan lumpur,” kata Daryanto, 50, saksi mata. Saat diangkat, terdapat luka di bagian lengan.

Yunas Aditya Octavano,10, anak korban yang saat kejadian berada di lokasi mengatakan, saat itu ibunya tengah makan siang di ruang makan. Sementara ia berada di ruang tamu dan adiknya tengah tidur di kamar yang letaknya di bagian depan. Sedangkan ayahnya sudah lama merantau di Kalimantan.

“Saya melihat ibu kena longsor langsung lari,” kata Aditya sembari menangis.

Kepala Kelurahan Jaraksari Ahmad Nuri Utomo mengatakan, bencana tanah longsor serupa pernah terjadi di lokasi tersebut. Namun, saat itu tidak ada korban jiwa, karena penghuni rumah tengah pergi ke tempat saudara di Kalianget. “Sekitar setahun lalu, pada lokasi yang sama pernah longsor. Dinding itu juga ambrol. Namun saat itu rumah kosong,” katanya.

Dengan kejadian ini, Nuri bersama warga sekitar berupaya memindah barang-barang yang bisa diselamatkan. Karena material berupa lumpur terus bertambah masuk ke hampir semua ruangan bangunan itu. “Korban sudah dilarikan ke RSI, sementara dua anaknya sementara kami titipkan di tetangga karena masih kecil-kecil,” katanya.

Humas RSI Wonosobo Siti Lailatusofa saat dikonfirmasi menyebutkan, korban Laila sempat dilarikan ke RSI, namun sebelum sampai di RSI kondisi korban sudah meninggal. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka sobek pada bagian lengan. Sementara bagian lain, tidak ada luka luar. Diperkirakan pada bagian kepala korban terjadi luka dalam karena terkena material longsor. (ali/ton)