BARUSARI – Seorang pelaku perampokan disertai pembunuhan sadis yang menewaskan Suyati, 60, warga Jalan Gondomono No 27 RT 5 RW 3 Plombokan, Semarang Utara, ditembak mati aparat Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang. Tersangka diketahui bernama Aris Wibowo, 28, warga Panggung Kidul, Semarang Utara. Residivis kasus pencurian itu tewas terkapar dalam kondisi dada tertembus peluru. Tersangka Aris ditembak mati karena mencoba melawan saat akan ditangkap aparat Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin Aiptu Janadi.

Selain Aris, polisi juga membekuk tiga tersangka lainnya, yakni Aji Santoso, 18, dan Nur Alam, 19, keduanya warga Plombokan, Semarang Utara, serta Reza Secsar Prakoso, 19, warga Bulu Lor, Semarang Utara. Para tersangka beberapa di antaranya tetangga korban tega merampok dan membakar tubuh Suyati dengan diguyur bensin dan disulut api. Bahkan tersangka dengan tenangnya turut melayat di rumah duka, serta ikut membersihkan keranda yang digunakan untuk mengangkut jenazah korban.

”Ada empat tersangka. Semuanya berhasil kami tangkap. Satu di antaranya ditembak (mati) karena melawan. Mereka melakukan pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan korban meninggal. Faktanya ada unsur pembunuhan yang direncanakan,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (27/3).

Dijelaskan Djihartono, perampokan disertai pembunuhan tersebut dilakukan para tersangka Kamis (26/3) sekitar pukul 00.30. Mereka masuk dengan cara mencongkel jendela kamar bagian depan rumah korban. Setelah berada di dalam kamar, tersangka bermaksud mengambil handphone milik Suyati yang tinggal sendirian karena sudah lama menjanda.

Namun saat itu korban terbangun. Spontan para tersangka membekap dengan cara menindih wajah korban menggunakan bantal. Beberapa di antara tersangka bertugas memegang tangan dan kaki korban. Selanjutnya tersangka lain mengambil perhiasan emas berupa gelang, kalung, cincin, uang tunai serta tabung gas 3 kg milik korban. ”Untuk menghilangkan jejak, korban dibakar menggunakan bensin. Otak aksi pembunuhan ini adalah Aris,” kata Djihartono.

Setelah dilakukan penyelidikan dengan berbekal keterangan saksi-saksi, aparat Resmob Polrestabes Semarang berhasil menemukan benang merah kalau pelaku pembunuhan tersebut diduga melibatkan tetangga korban. Penyelidikan mengarah kepada nama-nama tersangka.

”Setelah bukti-bukti kuat, kami menangkap seorang tersangka pada Kamis sekitar pukul 08.00 di Plombokan, Semarang Utara. Setelah dikembangkan, kami menangkap tiga tersangka lain secara terpisah,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Adapun barang bukti yang disita, di antaranya 1 buah gelang emas, 1 buah kalung emas, 1 buah cincin emas, sejumlah uang tunai, dan 1 buah tabung gas. Selain itu juga disita 1 buah botol air mineral dengan tutup warna hijau yang berisi bensin, korek api kayu, serta 1 buah bantal yang digunakan untuk membekap korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Djihartono, keempat tersangka merupakan residivis yang pernah menghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane Semarang.

”Para tersangka akan kami jerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 339 KUHP dan pasal 365 KUHP tentang pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” terang Djihartono didampingi Kasat Reskrim AKBP Sugiarto. (amu/aro/ce1)