WONOSOBO – Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Wonosobo belum berani melakukan rencana tahapan-tahapan dalam pemilihan bupati yang akan dilaksanakan Desember mendatang karena masih menunggu PKPU yang belum terbit.

“Kalau sekedar draf dan rancangan kita sudah ada. Hanya saja kami tidak berani melakukan tahapan kecuali sudah terbit PKPU dari KPU pusat,” ujar Zainal Akhmad, Komisioner KPU bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu Jumat (27/3) kemarin.

Namun demikian, pihaknya sudah melakukan beberapa kegiatan yang bersifat teknis dan tidak terikat dengan undang-undang. Seperti halnya menyusun draf tahapan pemilu, termasuk penganggaran pemilu pilbup yang masih dalam penggodokan Pemkab dan KPU provinsi. Sebab ada kemungkinan anggaran dalam beberapa poin pilbup berubah sesuai kebutuhan.

Kemungkinan besar, kata Zainal, PKPU akan terbit pada pertengahan bulan April 2015 ini. Ia menyebutkan KPUD Wonosobo baru akan mendapatkan kepastian tentang terbitnya PKPU ini minggu depan.

Ia membeberkan, dari seluruh tahapan yang ada dalam draf perencanaan tahapan pemilu, perekrutan Penyelenggara Pemilu Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Wonosobo dijadwalkan pada 18 April 2015.

Mengenai syarat calon independen, KPU masih menunggu data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Wonosobo. Pada data tersebut sangat dibutuhkan KPU untuk mengetahui berapa jumlah pasti pemilih dalam pilbup Desember mendatang.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada Dinas Capil Wonosobo dan sampai saat ini belum mendapatkan informasi apa-apa,” ujar Dhiyan Kartika Wulandari, Divisi Pemutakhiran Data Pemilih.

Data tersebut, lanjut Dhiyan, juga akan menjadi bahan patokan bagi siapapun yang ingin menjadi calon nonpartai politik. Sebab, calon independen yang akan mencalonkan diri dalam pertarungan merebutkan bupati ini juga harus menentukan langkah-langkah termasuk menentukan jumlah dukungan yang harus ia peroleh.

“Salah satu syarat calon independen harus memiliki dukungan 7,5-10 persen dari jumlah penduduk yang ada. Namun untuk angka pasti jumlah penduduk kita belum bisa menentukan karena masih menunggu data baik dari Kemendagri (Capil) ataupun KPU provinsi,” imbuhnya.

Waktu pendaftaran bagi calon independen akan lebih awal dibandingkan calon bupati yang berasal dari partai politik. Untuk calon independen diperkirakan dilaksanakan pada Juni 2015. Sedangkan untuk calon dari partai politik sekitar akhir Juli 2015. Hal ini disebabkan pendaftaran dari calon independen akan lebih lama dalam prosesnya dibanding calon dari partai politik.

“Calon independen lebih awal, karena juga ada klarifikasi tentang data dukungan dari masyarakat. Dan itu yang mendasari pendaftaran independen lebih awal,” pungkasnya. (mg5/lis)