Keracunan Jamur So, 1 Tewas, 4 Dirawat

210
PERIKSA : Dokter Yulia ketika melakukan pengecekan kondisi pasien, Jumat (27/3) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA : Dokter Yulia ketika melakukan pengecekan kondisi pasien, Jumat (27/3) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA : Dokter Yulia ketika melakukan pengecekan kondisi pasien, Jumat (27/3) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Seorang warga tewas dan empat lainnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen, setelah mengonsumsi jamur so. Lima korban tersebut merupakan satu keluarga dari Dukuh Krasak RT 1 RW 1 Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan.

Korban bernama Daniah, 71, menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (26/3) pukul 23.30. Korban lainnya adalah Khoirul Azam, 3; Toni Kusnanto, 10; Wakhudin, 16; dan Nadhiroh, 25; yang kini masih menjalani perawatan intensif hingga Jumat (27/3) kemarin.
Ditemui di ruang perawatan, Nadhiroh mengatakan bahwa dirinya mengambil jamur so tersebut dari sawah pada Kamis (26/3) sekitar pukul 10.00. Jamur yang tumbuh di dekat pohon melinjo tersebut kemudian dibawa pulang untuk dimasak.

“Kamis siang, setelah dimasak, kami sekeluarga memakannya. Biasanya saya juga memasaknya, tidak apa-apa. Tapi kok kemarin itu kayak gitu,” kata pasien yang dirawat di ruang Seroja itu.

Nadhiroh sendiri mengaku, dirinya sudah merasa menggigil, meski makanan di hadapannya belum habis. Tak berselang lama, perutnya terasa mual kemudian muntah-muntah. “Pandangan mata saya juga kabur. Kira-kira delapan jam, mata saya kabur. Dari jam 2 siang (pukul 14.00) sampai jam 10 malam (pukul 22.00),” paparnya sembari duduk di atas kasur.

Kondisi para korban keracunan itu mulai membaik saat dokter sudah memberikan obat. Namun nahas bagi sang nenek (Daniah, red) yang sebenarnya hanya mencicipi sedikit jamur masakan cucunya, nyawanya tak terselamatkan. “Nenek hanya mencicipi sedikit. Tapi memang saat itu kondisinya kurang sehat karena sakit paru-paru. Setelah makan jamur itu, sulit bernapas dan meninggal dunia,” ungkapnya sedih.

Meski begitu, Nadhiroh tetap bersyukur lantaran dirinya, dua anak dan adik laki-lakinya selamat. “Alhamdulillah saya, dua anak saya dan adik saya masih selamat,” imbuhnya.

Dokter jaga yang menangani pasien tersebut, dr Yulia Arisna Triwi mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan penanganan para korban yang tiba di rumah sakit Kamis (26/3) sekitar pukul 15.30. “Karena tensinya drop, muntah-muntah dan buang air besar, kami memberikan cairan untuk meningkatkan kondisi fisik pasien. Kini kondisi pasien berangsur pulih,” kata dia.

Terkait Daniah (korban meninggal, red), dokter berhijab itu memaparkan, selain imbas dari mengonsumsi jamur, kondisi korban juga kurang bagus. Pasalnya, tensi darahnya ngedrop dan detak nadinya juga lemah. “Korban meninggal itu memang mengidap penyakit paru-paru dan batuk sudah tiga bulan. Kondisi fisik lemah ditambah akibat mengonsumsi jamur,” paparnya.

Dokter spesialis penyakit dalam, Rosik Budioro menambahkan bahwa jamur so tersebut memang mengandung bakteri yang bisa menyebabkan tensi ngedrop, denyut nadi lemah, pandangan kabur, penurunan kesadaran, gangguan liver hingga gagal ginjal akut. “Jamur melinjo atau masyarakat sering menyebutnya jamur so itu memang ada racunnya. Depkes sendiri sudah memberikan warning untuk jamur ini,” jelasnya.

Terkait kebiasaan masyarakat yang masih mengonsumsi jamur tersebut, Rosik menghimbau agar tidak lagi mengonsumsinya. “Mungkin korban memasaknya dengan cara yang belum tepat. Saran saya, lebih baik tidak mengonsumsi jamur melinjo atau so itu. Karena bisa berakibat keracunan,” tandasnya. (hil/ida)