Gudang Terbakar, Akibat ’Truk Kencing’

245
SISA KEBAKARAN: Kondisi bangkai truk tangki bermuatan bahan kimia setelah meledak dan terbakar, Kamis (26/3) lalu. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
SISA KEBAKARAN: Kondisi bangkai truk tangki bermuatan bahan kimia setelah meledak dan terbakar, Kamis (26/3) lalu. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
SISA KEBAKARAN: Kondisi bangkai truk tangki bermuatan bahan kimia setelah meledak dan terbakar, Kamis (26/3) lalu. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Terbakarnya gudang dan truk tangki bermuatan bahan kimia di Desa Tlahap, Kecamatan Gemuh, Kendal, Kamis (26/3) lalu, diduga akibat ’truk kencing’. Pasalnya, lokasi kejadian bukanlah gudang resmi yang memiliki izin untuk melakukan bongkar muat bahan kimia berbahaya. Lokasi tersebut adalah rumah makan yang di belakangnya disediakan ruang khusus untuk ’truk kencing’ atau mengurangi muatan untuk dijual kepada penadah.

Di lokasi kejadian, terdapat dua pintu gerbang. Satu pintu gerbang untuk truk masuk ke gudang bongkar muat. Sehingga saat masuk, tidak tampak dari luar. Pintu tersebut mengantarkan ke pintu gerbang lainnya yang langsung keluar jalan raya.

Diduga saat kebakaran terjadi, truk yang mengangkut bahan kimia jenis petroleum kondensat itu hendak dikurangi muatannya. Namun terik matahari siang itu mengakibatkan bahan kimia meledak hingga menimbulkan kebakaran. Akibatnya, satu orang tewas terpanggang dan dua lainnya mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, warga sekitar justru tidak mengetahui jika tempat tersebut gudang tempat menampung bahan kimia. Warga hanya tahu jika tempat tersebut adalah rumah makan bagi awak truk pengangkut barang.

Akibat kebakaran, Kamis (26/3) lalu itu, sebagian besar bangunan ludes, termasuk truk tangki. Kemarin puing-puing bekas peralatan elektronik dan dua kerangka sepeda motor masih tampak di lokasi. Untuk bangunan rumah makan tinggal menyisakan kerangka, dan ruangan kecil di bagian belakang. Pun untuk pos satpam tampak rusak berantakan. Diperkirakan kerugian akibat kejadian itu mencapai Rp 500 juta lebih.

Berdasarkan penulusuran koran ini, gudang untuk ’truk kencing’ itu milik Ismail, warga Karawang, Jawa Barat. Ismail menyewa lahan itu dari Mizar, 50, warga Desa Tlahap, Kecamatan Gemuh.

”Saat kejadian, saya tidak berada di rumah. Yang tahu istri saya, karena saat itu dia sedang di warung makan tidak jauh dari lokasi. Informasi yang saya dapat, kebakaran akibat ledakan truk tangki,” kata Mizar kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Lahan miliknya itu, tambah Mizar, disewa untuk digunakan sebagai gudang penyimpanan bahan kimia. Tapi, apakah memiliki izin atau tidak, ia sendiri kurang mengetahuinya. Tapi, mengingat lokasi berdekatan dengan permukiman warga, jadi sangat ironis jika tempat tersebut dijadikan gudang bahan kimia berbahaya.

”Ismail menyewa selama lima tahun. Sekarang baru berjalan tiga tahun. Sementara surat-surat tanah dan surat sewa ikut terbakar,” ujarnya.

Kusniati, istri Mizar, mengaku, saat kejadian mendengar suara ledakan dari dalam gudang. Karena takut, ia langsung lari untuk menyelamatkan diri. Menurutnya, hampir setiap hari ada aktivitas truk tangki di gudang tersebut yang melalukan bongkar muat bahan kimia.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Ardiansyah, mengatakan, pihaknya masih fokus melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. ”Kami masih mencari penyebab kebakaran. Selain itu, kami akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik gudang yang diketahui warga Jakarta,” terangnya.

Terkait dugaan aktivitas ilegal truk kencing, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, sampai saat ini belum ada laporan terkait hal tersebut. ”Sampai saat ini belum ada laporan kerugian dari pemilik bahan kimia. Jadi, kami belum bisa memastikan apakah awak truk tersebut melakukan pencurian muatan bahan kimia atau tidak,” akunya.

Pihaknya dalam waktu dekat akan akan memeriksa sopir dan saksi-saksi. Jika memang ada indikasi aktivitas ’truk kencing’ atau pencurian bahan kimia serta adanya laporan dari korban, pihaknya akan menindaklanjutinya.

Hingga kemarin, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Semarang belum melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran gudang. Peristiwa yang mengakibatan satu korban tewas dan dua lainnya luka parah itu terjadi di sebuah gudang di Jalur Pantura Jalan Soekarno-Hatta, Desa Tlahap, Kecamatan Gemuh, Kendal. Korban tewas terpanggang belum dapat diidentifikasi karena kondisinya hancur. Sementara dua korban luka parah adalah Riwayanto, warga Desa Tlahab, Gemuh dan Asep, warga Jakarta. Dua korban luka parah dilarikan ke RS Baitul Hikmah, dan menderita luka bakar 90 persen. (bud/aro/ce1)