UNGARAN–Penyidik Polres Semarang terus mendalami penyelidikan pengusaha karaoke yang kedapatan mempekerjakan pemandu karaoke (PK) di bawah umur. Jika terbukti, para pengelola karaoke tersebut bakal dijerat pidana tentang eksploitasi anak. Saat ini, sudah ada empat orang dari kalangan pekerja maupun pengelola karaoke telah diperiksa terkait adanya dugaan pelanggaran UU Ketenagakerjaan maupun UU Perlindungan Anak.

Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad mengatakan bahwa hingga saat ini penyidik masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana eksploitasi anak setelah ada temuan dua gadis di bawah umur yang bekerja sebagai PK di Bandungan, Kabupaten Semarang, Rabu (25/3) malam. “Selanjutnya akan kami mintai keterangan pemilik usahanya,” kata Herman.

Polres Semarang akan terus menggiatkan operasi kembali di tempat-tempat hiburan di Bandungan, Kabupaten Semarang. “Kami melakukan pemeriksaan terhadap mereka (pengelola karaoke, red). Nanti kami melihat perkembangannya bagaimana,” kata Kapolres, Jumat (27/3) kemarin.

Kapolres mengatakan, hasil pemeriksaan sementara pengelola Karaoke Citra Dewi dan Dinasty tempat dua gadis yang terjaring razia berkerja, ternyata memang diakui kedua PK tersebut masih di bawah umur. Keduanya adalah PK freelance bukan karyawan tetap mereka. Sehingga keberadaan PK tersebut sulit terpantau secara rutin. “Mereka katanya freelance jadi sulit termonitor. Tapi semestinya sebagai pengelola itu wajib memonitor siapa saja,” imbuhnya.

Kapolres juga meminta pengelola agar tidak lagi memperkerjakan gadis di bawah umur. Jika sudah diperingatkan dan para pengusaha hiburan tetap membandel, maka akan diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku. “Pengusaha karaoke harus selektif dalam merekrut pekerja. Apalagi di tempat hiburan, bisa masuk kategori mengeksploitasi anak bawah umur,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) untuk mendalami kasus dugaan eksploitasi anak di Karaoke Citra Dewi dan Dinasty. (tyo/ida)