Depresi, Gantung Diri Ajak Istri

209

SALATIGA—Diduga depresi, Ngatimin alias Kelik, 46, ditemukan gantung diri di rumahnya Perumahan Kota Baru nomor 273 Blotongan Kota Salatiga, Jumat dini hari (27/3) kemarin. Bahkan sebelum gantung diri, dia sempat mengajak istrinya Fitri, 43, untuk gantung diri bersama.

Dari keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang tadi malam, Ngatimin baik-baik saja. Namun setelah pukul 00.00, Ngatimin mengunci seluruh rumahnya. Kemudian mengajak istrinya untuk gantung diri bersama. Tak ayal, Fitri menolak dan meminta bantuan. Tapi Fitri tidak bisa keluar rumah, karena rumah sudah dikunci oleh Ngatimin. Melihat istrinya menolak, Ngatimin marah besar dan mengancam akan membakar rumah dengan gas elpiji. Akhirnya Fitri berusaha tak menanggapi ancaman suaminya. Namun Ngatimin akhirnya gantung diri dengan tali dadung.

Slamet Suyoto, 57, tetangga Ngatimin, mengatakan kejadian terjadi pukul 00.45 dini hari. Setelah Ngatimin bunuh diri. Istrinya menelepon salah satu warga dan meminta pertolongan. Saat warga berdatangan ke rumahnya, kondisi rumah masih terkunci. Tak ayal, warga menggedor dari luar, karena takut terjadi apa-apa dengan Fitri yang diduga saat itu sedang kalut. Dan benar, saat pintu terbuka, kondisi Fitri gemetaran.

“Saya yang mendengar keramaian warga lalu ikut keluar rumah. Saat sudah di depan rumah, pagar dan pintu rumah terkunci. Salah satu warga kemudian naik pagar dan menggedor pintu dari luar. Saat Fitri membuka pintu, kondisinya sangat memprihatinkan. Wajahnya pucat. Tangannya gemetaran. Kemudian dipeluk oleh ibu-ibu dan menangis sejadi-jadinya,” katanya.

Suyoto menambahkan, petugas dan dokter langsung mengevakuasi sekitar pukul 03.00 dinihari. Sehari-hari, Ngatimin adalah sosok pendiam. Tapi dia sering bergaul dengan warga. Rencananya Ngatimin akan dimakamkan pada hari Jum’at (27/3) pukul 13.00, di Ngemplak, Jalan Lingkar Salatiga (JLS) Desa Candran Kecamatan Sidomukti.

Dari pantauan wartawan pagi kemarin (27/3), warga berkumpul di depan rumah Ngatimin. Suasana duka terlihat di wajah para ziarah. Jenazah Ngatimin sudah dibersihkan dan diletakkan di atas meja duka. (abd/ida)