Bupati Demak Dachirin Said menanam pohon belimbing di Desa Donorojo, Demak Kota, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bupati Demak Dachirin Said menanam pohon belimbing di Desa Donorojo, Demak Kota, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bupati Demak Dachirin Said menanam pohon belimbing di Desa Donorojo, Demak Kota, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Keberadaan buah belimbing asli dari Demak sekarang sudah terancam punah. Salah satu penyebabnya, karena pupulasi yang mulai menurun dan masyarakat yang enggan menanamnya. Untuk tetap menjaga keberadaanya, Pemkab Demak berupaya keras untuk membudidayakan kembali.

Salah satu caranya melalui penanaman massal seperti di Desa Donorojo, Kecamatan Demak Kota, kemarin. Penanaman dipimpin langsung Bupati Dachirin Said dan Wabup Harwanto. Bupati Demak Dachirin Said mengatakan, belimbing adalah buah khas dari Kota Wali. Bahkan, buah ini telah menjadi ikon daerah Demak. Hal itu setelah Sunan Kalijaga mempopulerkan tembang ilir ilir sebagai sarana menyebarkan agama Islam ketika itu. Ini karena buah belimbing yang berbentuk segi lima atau bintang dilambangkan sebagai lima rukun Islam. “Kita kembangkan lagi buah belimbing supaya bisa menjadi komoditas ekonomi masyarakat sebagaimana buah jambu delima,”katanya.

Meski begitu, Bupati mengaku keberadaan buah belimbing mulai terancam punah. Penyebabnya, karena pupulasi yang mulai berkurang dan minat masyarakat yang kurang besar. Pihaknya mengaku terus berusaha untuk melestarikan buah belimbing yang merupakan cirri khas dari Demak. “Desa Donorojo sengaja dipilih karena bisa menjadi pusat agrowisata belimbing dikemudian hari,” tambahnya.

Hadir pula Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Ari Ariyanto, Kajari Nur Asiyah SH, Sekda dr Singgih Setiyono MMR dan Camat M Fathkurrokhman. (hib/fth)