Banyak Kasus Mandek, Kejati Didemo

196
PERTANYAKAN PENANGANAN: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan (AMPK) saat melakukan aksi mengkritik Kejati Jateng yang lamban menangani sejumlah kasus korupsi kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PERTANYAKAN PENANGANAN: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan (AMPK) saat melakukan aksi mengkritik Kejati Jateng yang lamban menangani sejumlah kasus korupsi kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PERTANYAKAN PENANGANAN: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan (AMPK) saat melakukan aksi mengkritik Kejati Jateng yang lamban menangani sejumlah kasus korupsi kemarin. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

PLEBURAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan (AMPK) melakukan aksi demo di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, kemarin. Pendemo yang berasal dari empat kampus yaitu, Universitas PGRI Semarang, Universitas Wahid Hasyim, Universitas Diponegoro, Universitas Stikubank dan Partai Kampus PSBK mengkritik Kejati Jateng yang dianggap lamban menangani berbagai kasus.

Koordinator aksi, Akbar Reksa Bahtiar mengatakan pihaknya menuntut kejelasan atas kasus-kasus mandek yang ditangani Kejati Jateng. ”Kejati menetapkan tersangka begitu mudah tapi memproses perkara hingga ke pengadilan begitu lama. Kenapa bisa berbeda dengan perkara-perkara lainnya. Ada apa dengan Kejati,” tegas Akbar dalam orasinya.

Akbar meminta kepada Kejati Jateng agar bisa menegakkan supremasi hukum dengan seadil-adilnya tanpa pandang bulu. ”Jangan biarkan oknum-oknum penegak hukum bermain dengan kasus hukum yang ditangani. Terus tuntaskan dan kami akan terus mengawal keadilan dalam perkara korupsi,” tandasnya.

Dia menegaskan, kasus korupsi yang ada harus segera dituntaskan, khususnya dugaan korupsi kasus hibah Yayasan Sam Poo Kong. ”Adili segera tersangka Tutuk Kurniawan (TK) bawa sampai ke pengadilan,” ujarnya.

Koordinator Lapangan, Imam Khoirudin dalam orasinya mengatakan, pihaknya sebagai agen perubahan menuntut kejelasan Kejati mengapa kasus tersebut bisa mandek. ”Kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan, siap membantu mengawal dan mengkritisi pihak penegak hukum (Kejaksaan dan Kepolisian Republik Indonesia) dalam pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) di Kota Semarang,” ucap Imam secara tegas.

Imam meminta penegakan hukum yang seadil-adilnya dan jangan menggantungkan kasus-kasus yang ada. ”Mampunya hanya melabelkan tersangka dengan gampang tapi tanpa tindak lanjut hingga pengadilan,” ucapnya.

Orator aksi yang lain, Dwi Susanto mengatakan, Tutuk Kurniawan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hibah Sam Poo Kong berdasarkan sprindik nomor Print-36/O.3/Fd.1/11/2013 tertanggal 6 November 2013. ”Pada kurun waktu 2011-2012, Yayasaan Sam Poo Kong telah menerima dana hibah dua tahun berturut-turut senilai total Rp 14,5 miliar. Tapi dalam pelaksanaan proyek, terjadi penyimpangan,” katanya.

Dia menambahkan, setelah sekian lama kasusnya tidak ada kejelasan, Kejati mengaku bahwa ada kendala dalam penghitungan kerugian negara. Bahkan, kasus ini akan dihentikan penyidikannya (SP3). ”Ini yang menjadi pertanyaan besar. Setelah mengendap kasusnya, tiba-tiba akan dihentikan. Kami menuntut agar kasus itu dilanjutkan dan tersangka diadili,” tuntutnya.

Sementara itu, Kasi I Bidang Intelijen Kejati Jateng, Fauzi saat menemui peserta aksi mengatakan, pihaknya berterima kasih dengan adanya gerakan-gerakan positif seperti yang dilakukan para peserta aksi. ”Ini bisa memberi masukan untuk kita, kalau ada bukti-bukti tambahan bisa diberikan ke kami,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, belum lama bertugas di Kejati Jateng. Namun sepengetahuan dirinya kasus tersebut masih berjalan terus penyidikannya. ”Setahu saya kasus ini masih tetap jalan dan terus kita proses, nanti kita sampaikan masukan-masukan dari teman-teman dalam aksi ini langsung ke Kajati Jateng (Hartadi),” ucapnya.

Dalam aksi demo tersebut, peserta aksi juga menuntut segera diselesaikannya kasus dugaan korupsi kasus pengadaan aplikasi Core Banking System (CBS) Bank Jateng dengan tersangka Bambang Widiyanto (BW).

Para peserta aksi tersebut baru membubarkan diri setelah perwakilan Kejati Jateng datang dan menemui mereka. Aksi tersebut berlangsung selama 2 jam. Para pengunjuk rasa melakukan aksi dengan long march dari bundaran Jalan Pahlawan memutari depan kantor Pengadilan Tinggi Semarang dan melakukan demo di depan kantor Kejati Jateng. Dalam aksi tersebut juga ada aksi teatrikal. (mg21/ric/ce1)