Waspadai ISIS, Warga Pasang Spanduk

284
TOLAK ISIS : Sejumlah wilayah di Salatiga mulai dipasangi spanduk penolakan terhadap paham radikalisme dan kelompok ISIS, mulai Kemarin (25/3) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK ISIS : Sejumlah wilayah di Salatiga mulai dipasangi spanduk penolakan terhadap paham radikalisme dan kelompok ISIS, mulai Kemarin (25/3) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK ISIS : Sejumlah wilayah di Salatiga mulai dipasangi spanduk penolakan terhadap paham radikalisme dan kelompok ISIS, mulai Kemarin (25/3) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Maraknya paham radikalisme dan perekrutan Islamic States of Iraq and Suriah (ISIS) di kalangan pemuda, menjadi perhatian serius tokoh ulama dan mayarakat Salatiga. Karena itu, mulai Kamis (25/3) kemarin, sejumlah wilayah Salatiga dipasangi spanduk penolakan terhadap paham radikalisme dan kelompok ISIS.

Dalam pantauan wartawan Jawa Pos Radar Semarang di beberapa kelurahan dan Kecamatan Sidomukti, mulai dipasang spanduk bertuliskan “Segenap Warga Menolak Paham Radikalisme/ISIS”. Hal ini sebagai upaya mempersempit ruang gerak dan pengaruh paham radikalisme dan ISIS yang sewaktu-waktu bisa mengancam masyarakat.

Lurah Kecandran, Hari Bejono, mengatakan bahwa wilayah Kecamatan Sidomukti secara serempak memasang spanduk penolakan ISIS. Selain itu, warga juga aktif mengawasi kegiatan mencurigakan di lingkungan masing-masing guna mewaspadai adanya paham radikal tersebut. Karena paham tersebut bisa memecah persatuan dan rasa kebangsaan masyarakat.

“Spanduk menjadi pernyataan sikap penolakan warga terhadap radikalisme. Kami juga mengimbau kepada segenap warga untuk mewaspadai adanya gerakan-gerakan radikal di wilayah masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Tokoh Ulama Salatiga, KH Noor Rofiq mengatakan bahwa kalangan ulama di Salatiga telah sepakat menolak segala paham radikalisme di Salatiga. Sejauh ini, para ulama sudah aktif berkomunikasi dan belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan ISIS di Salatiga.

“Sampai saat ini Salatiga aman, meski ada bermacam-macam aliran. Tapi karena para ulama kompak, maka aliran yang muncul ke permukaan yang bisa memicu konflik, langsung dipanggil. Jika tidak bisa diberikan pengarahan, kami menempuh jalur hukum. Yang penting harus menyelesaikan dulu secara internal,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kapolres Salatiga, AKBP RH Wibowo. Pihaknya belum menemukan adanya potensi gerakan ISIS di wilayah Salatiga. “Namun demikian, kami tetap memerintahkan segenap anggotanya untuk menjalin komunikasi dengan warga sebagai upaya pencegahan munculnya gerakan radikal di wilayah Salatiga,” katanya. (abd/ida)