SINDIR PEMERINTAH : Sejumlah pendemo yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Islam (GPI) Jateng saat menggelar aksi di depan gedung DPRD Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/ RADAR SEMARANG)
SINDIR PEMERINTAH : Sejumlah pendemo yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Islam (GPI) Jateng saat menggelar aksi di depan gedung DPRD Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/ RADAR SEMARANG)
SINDIR PEMERINTAH : Sejumlah pendemo yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Islam (GPI) Jateng saat menggelar aksi di depan gedung DPRD Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/ RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puluhan pendemo yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Islam (GPI) Jateng menggelar aksi di depan gedung DPRD Jateng, Kamis, (26/3). Mahasiwa mendesak supaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya karena dianggap gagal dalam kepemimpinannya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, sebelum menggelar mimbar bebas di depan gedung wakil rakyat, mahasiswa melakukan long march dari bundaran air mancur menuju depan Mapolda Jateng dan dilanjutkan di depan gedung DPRD Jateng.

Dalam aksinya, mahasiswa juga membentangkan spanduk bertuliskan kecaman dan berorasi. ”Jokowi adalah pembohong besar, banyak kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Mari kita teriakkan agar Jokowi turun sekarang juga,” ujar salah seorang pendemo. Selain itu, mahasiswa juga membawa atribut tambahan berupa keranda dan boneka pocong yang kemudian dibakar bersama-sama.

Koordinator Aksi, Rudi Sharudin Ahmad mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap Presiden Jokowi dalam kepemimpinannya. Menurutnya, setelah lima bulan memimpin, Indonesia tidak menampakkan sebuah perubahan baik yang digalakkan Jokowi dan pemerintahannya.

”Ini adalah bentuk kekecewaan kami terhadap kepemimpinan Jokowi sebagai presiden. Di mana selama 150 hari memimpin Indonesia, tidak banyak perubahan yang terjadi. Justru merupakan sebuah kemunduran,” katanya.

Menurut dia, Jokowi selama berkampanye juga mengumandangkan program prioritas ”Nawa Cita” yang nantinya bisa menjadikan Indonesia lebih baik dalam 5 tahun mendatang. Namun demikian, janji-janji Jokowi tersebut telah mencederai hati rakyat Indonesia. ”Jokowi telah membohongi rakyat. Nawa Cita yang didengungkan Jokowi membuat masyarakat memiliki harapan tentang negeri ini. Namun realitasnya, masyarakat justru semakin menderita karena banyak kebijakan yang menenggelamkan masyarakat kecil,” tegasnya.

Selain itu, mahasiswa juga menilai Jokowi telah melanggar janjinya dalam Nawa Cita, yakni berjanji memberantas korupsi di Indonesia dan melakukan perbaikan terhadap daerah pinggiran. Namun, realita sekarang ini yang terjadi dalam kepemimpinannya menjurus pelemahan lembaga pemberantasan korupsi (KPK).

”Adanya pelemahan penegakan hukum KPK-Polri seakan turut mengumandangkan Indonesia untuk berbuat praktik haram. Selain itu, banyak lagi hal-hal yang membuktikan bahwa Jokowi telah gagal dalam memimpin negeri ini. Dia telah mencederai amanat rakyat yang diberikan kepadanya,” keluhnya.

Pihaknya berharap, aksi yang dilakukan tersebut merupakan cambuk dan sebagai upaya mengingatkan Jokowi untuk segera memperbaiki kinerjanya. Pihaknya juga akan mendesak Jokowi jika sudah tidak mampu memimpin Indonesia menuju lebih baik harap segera mundur dari jabatan presiden.

”Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus bersatu mengawal pemerintahan agar tercipta pemerintahan yang ideal. Jadi, Jokowi harus segera menentukan pilihan. Memperbaiki kinerjanya, mundur dengan terhormat atau mundur karena dipaksa. Jangan sampai tragedi revolusi lagi,” pungkasnya. (mha/ric/ce1)