3.808 Botol Miras Dimusnahkan

155
DILINDAS: Sebanyak 3.808 botol miras hasil operasi pekat dimusnahkan oleh Satpol PP Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILINDAS: Sebanyak 3.808 botol miras hasil operasi pekat dimusnahkan oleh Satpol PP Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILINDAS: Sebanyak 3.808 botol miras hasil operasi pekat dimusnahkan oleh Satpol PP Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kendal melakukan pemusnahan terhadap ribuan botol minuman keras (miras). Minuman haram tersebut dimusnahkan disita dari para pedagang yang tidak menagntongi izin penjualan. Sedikitinya, ada 3.808 botol miras dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan stoom. Pemusnahan dilakukan di sela upacara ulang tahun Satpol PP ke-65, disaksikan sejumlah aparatur Pemkab Kendal serta puluhan siswa.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo, menjelaskan, miras berbagai merek tersebut merupakan barang bukti hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten Kendal. “Rata-rata miras kami sita karena penjualnya tidak memiliki surat izin,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (26/3).

Toni mengatakan, selain botol miras, pihaknya juga memusnahkan 76 liter miras oplosan. “Hampir semua titik rawan terjadi peredaran miras ilegal dan miras oplosan. Makanya kami lakukan operasi untuk menghindari oknum yang tidak bertanggung jawab menjual miras oplosan atau miras ilegal,” katanya.

Dikatakan, peredaran miras tertinggi di Kabupaten Kendal terjadi di wilayah atas seperti Kecamatan Sukorejo dan Patean. “Hampir semua wilayah ada peredaran miras, tapi tertinggi di Sukorejo dan Patean,” ujarnya.

Kendati sudah melakukan pemusnahan barang bukti miras, pihaknya masih akan terus melakukan operasi. Hal tersebut berdasar atas Perda Kabupaten Kendal No 4 Tahun 2009 tentang minuman keras. “Di Kendal itu nol persen alkohol. Jadi, kami akan terus melakukan operasi sesuai Perda yang ada,” terangnya.

Toni menambahkan dalam tiga bulan terakhri pihaknya bersama tim penindakan dan penegakan perda telah menggelar razia miras empat kali. “Razia kami lakukan secara menyebar ke berbagai wilayah di Kendal. Hasilnya, masih banyak warung-warung yang menjual miras tanpa mengantongi izin serta menjual miras oplosan,” ujarnya.

Sekda Kendal, Bambang Dwiyono, mengapresiasi tindakan Satpol PP dalam menegakkan perda, terutama tentang miras. Namun, dirinya berharap agar Satpol PP mampu meningkatkan kinerja secara profesional maupun proposional demi Kabupaten Kendal lebih baik. “Tetap profesional, proporsional, dan berperasaan,” pesannya. (bud/aro)