TIDAK KAPOK : Sukarman, tersangka penjual miras jenis ciu saat diinterogasi oleh Kapolsek Borobudur, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
TIDAK KAPOK : Sukarman, tersangka penjual miras jenis ciu saat diinterogasi oleh Kapolsek Borobudur, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
TIDAK KAPOK : Sukarman, tersangka penjual miras jenis ciu saat diinterogasi oleh Kapolsek Borobudur, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Sukarman, 50, warga Dusun Gunung Mijil Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur harus berurusan lagi dengan polisi. Kamis (26/3), pria yang pernah dipenjara karena kasus perampokan ini tertangkap basah menjual minuman keras jenis ciu yang biasa dijadikan oplosan.

Kapolres Magelang AKBP Rifki melalui Kapolsek Borobudur AKP Amin S mengatakan, dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan 23 liter ciu murni. Awalnya, istri pelaku hendak menyembunyikan barang bukti tersebut, namun berhasil ditemukan.

“Saat kami geledah, tersangka tidak ada di rumah. Istrinya berusaha menutupi tas yang digunakan sebagai tempat menyimpan ciu dengan sebuah kasur. Tapi akhirnya berhasil kami temukan,” kata Amin.

Dia merinci, 20 liter ciu dikemas dalam ukuran 1 liter, serta 3 liter lainnya yang sudah dimasukkan dalam dua botol air mineral. “Ciu ini sudah siap dijual ke pelanggannya,” tutur dia.

Kasus itu bermula dari laporan masyarakat. Warga merasa aktivitas penjualan miras oleh tersangka meresahkan.

Sukarman, 50 mengaku awalnya hanya sebagai konsumen. Namun, dia melihat ada prospek bisnis. “Awalnya saya konsumsi sendiri, tapi kemudian saya jual ke orang lain,” kata Sukarman di sela- sela pemeriksaan di Mapolsek Borobudur.

Dia mengaku mendapatkan pasokan ciu itu dari seseorang yang tinggal di Jogjakarta. Dari penjual itu, Sukarman mengaku membeli ciu murni seharga Rp 45 ribu per liter yang sudah dikemas dalam bungkusan plastik.

“Per satu lier ciu saya oplos dengan dua botol air mineral ukuran satu setengah liter. Saya jualnya tergantung dari permintaan pembeli, kadang ada yang beli Rp15 ribu, ada juga Rp 5 ribu. Takarannya saya kira- kira sendiri,” jelasnya.

Sebagian besar pembeli, kata dia, merupakan teman dekat atau kenalan. Bahkan, Sukarman mengaku sempat mengantar pesanan ciu berkadar alkohol hingga 70 persen itu sampai ke Karawang, Jawa Barat. “Saya terpaksa berjualan minuman ini karena urusan perut. Saya tidak punya pekerjaan lain karena tidak ada yang mau menerima saya kerja. Kondisi itu berlangsung sejak saya terkena kasus perampokan,” terang bapak satu anak itu.

Selain menangkap Sukarman, petugas juga menangkap satu penjual lain, yakni Budi Laksono. Pria tersebut sudah kerap menjalani proses tipiring karena menjual miras di warung jamu miliknya di Jalan Pramudya Wardhani Borobudur.

“Dalam waktu yang sama, kami juga menangkap dua peminum di Jalan Sentanu Borobudur. Yakni Tri Joko Susilo, warga Desa Borobudur dan Sumedi, warga Desa Wringin Putih. Keduanya bersama Sukarman dan Budi akan menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Mungkid Senin (30/3) depan,” ungkap Kapolsek.

Baik penjual maupun peminum, kata dia, akan dikenai Perda Pasal 13 no 12 tahun 2012, tentang pelarangan peredaran minuman keras. Sanksi yang diberikan yaitu denda Rp1 juta-Rp2 juta subsider kurungan 2 bulan. (vie/ton)