Waktu Mepet, Dewan Keluhkan E-Budgeting

122
Rukma Setyabudi. (Radar semarang files)
Rukma Setyabudi. (Radar semarang files)
Rukma Setyabudi. (Radar semarang files)

SEMARANG – Penerapan sistem penganggaran elektronik (e-budgeting) dalam pengusulan program pembangunan di Jateng membuat sejumlah anggota DPRD Jateng kelabakan. Salah satu penyebabnya, karena waktu yang diberikan dalam pengusulan itu sangat terbatas. Selain itu, sosialisasinya juga minim.

”Sebenarnya ini merupakan awal yang sangat baik. Tapi memang banyak yang merasa kewalahan dengan sistem penganggaran elektronik karena waktunya sangat mepet,” kata Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, Sriyanto Saputro.

Ia menambahkan, masalah lain karena tidak semua bisa paham betul dengan teknologi. Ditambahkan, sejauh ini para legislator usai melakukan reses untuk menampung aspirasi masyarakat. ”Mestinya harus ada jeda waktu untuk membuat usulan, karena ini program yang masih tergolong baru di Jateng,” imbuhnya.

Sriyanto mengaku tidak mempermasalahkan jika sistem rembug Jateng akan dilanjutkan dalam e-budgeting. Tetapi yang harus diingat harus tetap sesuai dengan norma dan etika penganggaran. Karena semua dilakukan demi transparansi anggaran di Jateng. ”Tujuannya bagus, jadi harus dimaksimalkan,” tambahnya.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi meminta agar waktu pengusulan diperpanjang sampai pekan depan. Sebab, waktu yang diberikan untuk memasukkan usulan itu sangat mepet, karena para anggota dewan masih ada yang melakukan reses hingga Sabtu (21/3) lalu. ”Kalau dibatasi takutnya justru tidak semua usulan dari bawah bisa masuk. Jadi lebih baik ya diperpanjang untuk waktunya,” katanya.

Ia menambahkan, dewan paling tidak membutuhkan waktu satu pekan untuk mengusulkan aspirasi masyarakat tersebut. Kalau usulan dilakukan tergesa-gera justru dikhawatirkan malah tidak tertampung. Dan tidak menutup kemungkinan, usulan itu tidak bisa direalisasikan. ”Ini kan demi kepentingan rakyat, jadi harus benar-benar maksimal. Dan apa yang diusulkan, harus diakomodir,” tambahnya. (fth/ric/ce1)