Meski Kalah, Permainan Laskar Kalong Meningkat

122
SALING MEMOTIVASI : Skuad Arema Cronus atau Singo Edan, Laskar Kalong Persip Pekalongan melakukan foto bersama usai menjalani pertandingan dengan skor 2-0, di Stadion Kota Batik Pekalongan, Rabu petang (25/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN–Walaupun kembali bernasib buruk dengan kekalahan 0-2 dari tim Arema Cronus atau Singo Edan, Persip Pekalongan masih bisa menghibur diri. Skuad berjuluk Laskar Kalong ini terbilang meningkat pola permainannya.

“Permainan anak asuh kami meningkat pesat. Walaupun kalah dalam proses gol dari Arema. Gol yang terjadi pada 10 menit terakhir, selain dari kemelut di depan gawang, juga lebih disebabkan oleh gol bunuh diri dari pemain muda kami,” kata Pelatih Persip, Gatot Barnowo pasca pertandingan berlangsung, di Stadion Kota Batik Pekalongan, Rabu petang (25/3) kemarin.

Kendati begitu, pihaknya cukup memaklumi adanya gol bunuh diri dari Dendy yang usianya yang masih muda. “‎Memang kami kebobolan, tapi pemain masih junior, kelahiran tahun 1995. Tapi secara umum, fisik pemain sudah bagus,” kata dia.

Meski demikian, ada catatan dari Gatot. Timnya masih butuh leader di lini belakang. Pasalnya saat ada serangan bola dari tim Arema, para pemain masih sedikit bingung. Bahkan satu orang bisa menjaga 2 orang. Hal tersebut sangat berbahaya. “Kami perlu menambah satu pemain lagi pada lini depan untuk meningkatkan kemampuan tim. Sekarang tim sudah mapan secara fisik, ” ucapnya.

Sementara itu, Pelatih Arema, Suharno, cukup senang dengan pertandingan tersebut. Setiap tim manapun yang menghadapi Arema, selalu termotivasi untuk bermain bagus. Hal ini menarik, Persip tidak memandang nama besar Arema. Mereka bisa bermain bagus, sehingga tim Arema juga kesulitan dalam menjebol gawang mereka.

“Anak-anak (Tim Arema, red) juga bermain santai, ingin melihat seperti apa permainan dari tim Persip. Walaupun kalah, tim Persip saya rasa beramin bagus, pertandingan juga cukup menarik,” lanjutnya.

Bahkan, sejak peluit babak pertama dibunyikan penetreasi Elie pada menit ke-7 hampir mendekati gawang Arema. Namun bola keluar setelah ditepis kiper timnas senior Kurnia Meiga.

Ingin menunjukkan kulitasnya, Persip terus menekan, namun keliahaian Miega dalam mengantisipasi bola membuat serangan Persip sia-sia.

Asyik menyerang pada menit 10, Arema melakukan serang balik. Namun bola tendangan Samsul Arif masih tipis di sisi kanan kiper Persip. Hal yang sama pada menit 17, kembali cocoran kaki Yao Rudy melebar di sisi kanan kiper Ridho.

Tidak mau kalah, kembali mantan pemain Arema yang kini menjadi Kapten Persip, Elie Eboy membawa bola sisir ke sebelah kanan Arema. Namun bola tendangannya masih bisa ditepis Meiga pada menit 21. Sampai berakhirnya babak pertama, kedudukan masih imbang 0-0.

Pada Babak kedua, kembali Persip mengambil inisiatif dan langsung menyerang. Beberapa kali, umpan berbahaya sempat menuju gawang Meiga. Beberapa pemain muda Persip seperti Amar, Galih, Siswanto terus melancarkan serangan ke kubu Arema.

Striker Timnas, Samsul Arif mendapat angin segar dapat bola mantan pemain Persela sampai berhadapan dengan Ridho. Namun sayang, bola tendangannya masih gagal menaklukkan Persip.

Akhinya Samsul membayarnya dengan gol pada menit 72, setelah skrimit di depan gawang Persip. Samsul Arif sukses ceploskan bola ke dalam gawang, walaupun terjadi insiden jatuhnya Dendy, akibat tendangan pemain belakang Persip. Skor berubah.

Tidak berselang lama, blunder dilakukan pemain bertahan Persip, Dendy A. Pemain bernomor punggung 15 bermaksud membuang bola, namun yang terjadi justru bola masuk ke gawang Ridho yang terlanjut maju ke depan. ‎Pemain belakang berusia 19 tahun itu, membuat skor semakin jauh karena kedudukan berubah 2-0 pada menit ke-79. Skor tidak berubah hingga ‎pertandingan berakhir.
Pada pertandingan kemarin, juga cukup meriah dengan aksi kedua suporter tuan rumah dan tamu. Mereka sangat atraktif mempertunjukkan kekompakan dalam mendukung tim kesayangannya. Dari pendukung Persip, BBC dan Kalongmania saling unjuk aksi memikat.

Tak kalah dengan tuan rumah, suporter tamu, Aremania yang datang dari berbagai tempat, seperti Pekalongan sendiri, Batang, Jakarta, Kota Depok, bahkan beberapa mengaku dari Tulungagung dan Sidoarjo Jawa Timur memenuhi beberapa Tribun Selatan, Timur dan beberapa di VIP. Saat jeda pertandingan, kedua belah suporter juga saling tukar syal, sebagai bentuk saling dukung dan persaudaraan antar suporter Persip Pekalongan dan Aremania. (han/ida)
Saling Dukung, Suporter Tukar Syal