Amankan Kebun,Libatkan Polisi

183
KERJASAMA PENGAMANAN : Dirut PTPN IX Adi Prasongko bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Noer Ali menandatangani kerjasama pengamanan kebun dan pabrik PTPN IX di Griya Robusta Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Rabu (25/3) kemarin. (DOK)
KERJASAMA PENGAMANAN : Dirut PTPN IX Adi Prasongko bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Noer Ali menandatangani kerjasama pengamanan kebun dan pabrik PTPN IX di Griya Robusta Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Rabu (25/3) kemarin. (DOK)
KERJASAMA PENGAMANAN : Dirut PTPN IX Adi Prasongko bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Noer Ali menandatangani kerjasama pengamanan kebun dan pabrik PTPN IX di Griya Robusta Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Rabu (25/3) kemarin. (DOK)

UNGARAN–PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX berusaha menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar kebun. Kendati begitu, PTPN IX tetap menjalin hubungan dengan Polres maupun Polsek di wilayah masing-masing untuk koordinasi masalah pengamanan kebun.

Hal itu diperkuat dengan jalinan kerjasama antara PTPN IX dan Polda Jateng pada Rabu (25/3) kemarin, dalam rangka menjaga keamanan kebun maupun pabrik yang tersebar di Jawa Tengah. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Dirut PTPN IX Adi Prasongko dengan Kapolda Jateng Irjen Pol Noer Ali di Griya Robusta Kampoeng Kopi Banaran, Bawen.

Kapolda Jateng Irjen Pol, Noer Ali mengatakan bahwa keberadaan PTPN IX sangat dekat dengan masyarakat sekitar, sehingga akan selalu bersinggungan. Untuk itu, Kapolda meminta agar pegawai PTPN IX agar hidup berdampingan secara baik dengan lingkungannya. Selain itu, rutin berkoordinasi dengan kepolisian wilayah untuk backup pengamanan.

“Kami harus menyadari bahwa ekspektasi masyarakat semakin lama semakin tinggi. Jadi untuk menjaga kondusivitas wilayah harus bersinergi dengan masyarakat,” kata Kapolda.

Sementara itu, Adi Prasongko membenarkan bahwa aktivitas PTPN IX sangat dekat dengan masyarakat sekitar. Untuk mencegah munculnya permasalahan, pihaknya mengingatkan agar seluruh pegawai PTPN IX menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar maupun organisasi masyarakat yang ada.

Selain itu, imbuh Adi, setiap ada kejadian di lapangan pihak PTPN IX akan segera melapor ke kantor Polisi di wilayah setempat. Untuk meredam maraknya pencurian hasil kebun, pihaknya berupaya membangun sistem yang baik agar tidak ada gejolak di masyarakat.

“Tentu saja kami tidak ingin hal itu (friksi) terjadi, sehingga kami bisa tetap fokus dalam menyelesaikan pekerjaan. Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah melalui kerjasama ini, membuat rasa aman bagi karyawan dan lingkungan kerja,” kata Adi. (tyo/ida)