100 Nasi Kotak, 100 Saran Untuk Polisi

178
BAGI NASI KOTAK : Petugas Sat Shabara Polres Batang saat membagikan 100 nasi kotak kepada tukang becak sebagai program Polisi Bolo Masyarakat (Sibolmas). (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAGI NASI KOTAK : Petugas Sat Shabara Polres Batang saat membagikan 100 nasi kotak kepada tukang becak sebagai program Polisi Bolo Masyarakat (Sibolmas). (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAGI NASI KOTAK : Petugas Sat Shabara Polres Batang saat membagikan 100 nasi kotak kepada tukang becak sebagai program Polisi Bolo Masyarakat (Sibolmas). (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Penilaian masyarakat terhadap kinerja polisi yang negatif, coba ditepis dengan progam reformasi birokrasi Polri. Namun untuk mencari masukan dan saran, bahkan kritik bagi Polri, dilakukan program Polisi Bolo Masyarakat (Sibolmas).

Adalah dengan cara membaur kepada masyarakat secara langsung dan memberikan 100 nasi kotak kepada masyarakat dengan berbagai profesi. Mulai dari tukang becak, pedagang kaki lima, buruh bangunan hingga kuli angkut di pasar.

Namun nasi kotak itu tidak diberikan secara cuma-cuma pada berbagai lapisan masyarakat. Tapi masyarakat harus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan memberikan atau masukan, saran, informasi, kritik, saran dan harapan dari masyarakat kepada Polri.
Seperti Sanusi, 51, tukang becak asal Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, yang mangkal di Alun-Alun Batang ini, terkejut saat didatangi beberapa petugas Sat Shabara Polres Batang yang memberikan nasi kotak pada saat jam makan siang.

Namun nasi kotak itu baru diberikan oleh anggota Polres Batang, setelah dirinya menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh petugas Sat Shabara tersebut. “Yang saya inginkan dari Polisi agar ramah, suka senyum dan selalu menyapa. Agar kesan angker dan menakutkan dari Polisi itu hilang,” ungkap Sanusi, yang mendapatkan nasi kotak, usai memberikan saran.

Sanusi dan beberapa rekan seprofesinya sempat kaget dan takut, saat beberapa petugas Sat Shabara mendatangi tempatnya mangkal. Namun setelah salah seorang petugas Sat Shabara memberikan penjelasan, beberapa tukang becak lainnya datang mendekat dan mendengarkan penjelasan program Kamtibmas.

“Saya ingin Polisi dalam melayani masyarakat seperti pegawai bank, selalu ada saat masyarakat butuh pertolongan atau bantuan,” kata Zakirin, tukang becak di Alun-Alun Batang, kemarin.

Sementara itu, Kapolres Batang, AKBP Widi Atmoko, melalui Kasat Sabhara, AKP Sukono menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan agar Polri menjadi sahabat masyarakat pada segala lini kehidupan. Sehingga mempercepat informasi dari masyarakat, guna mencegah terjadinya pelanggaran hukum. Serta langkah dalam mengambil tindakan kepolisian. Pelaksanaan Sibolmas merupakan bukti nyata, dari penjabaran 8 progan Quick Wins.

“Yaitu Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib social di ruang publik. Negara untuk melindungi dan memberikan rasa aman,” jelas AKP Sukono.

AKP Sukono juga mengatakan bahwa terobosan kreatif, merupakan tindak lanjut dari progam reformasi birokrasi Polri, dalam meningkatkan kehadiran anggota Polri di lapangan. Menurutnya progam tersebut, juga untuk meningkatkan pelayanan publik dan menghilangkan kesan penyimpangan anggota yang membebani masyarakat.

“Selain itu, sebagai bentuk dalam melaksanakan fungsi Sabhara secara langsung untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan menerima masukan, saran, informasi, kritik, saran dan harapan dari masyarakat,” tegas AKP Sukono. (thd/ida)