Yayasan A Diduga Sudah Bermasalah

312

TEMANGGUNG-Yayasan Amalilah selaku “kendaraan” yang membawa puluhan orang dari Temanggung ke Batu, Malang, Jawa Timur, diduga sudah lama bermasalah.

Dinas Sosial Kabupaten Temanggung bahkan mengklaim, yayasan tersebut merupakan yayasan abu-abu. Untuk diketahui, yayasan tersebut memberangkatkan sejumlah warga Temanggung ke Malang, karena dijanjikan umrah gratis ke Tanah Suci, Makkah.

Kepala Bidang Pengembangan Potensi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Temanggung Asrori mengatakan, awalnya pengawasan terhadap yayasan merupakan rekomendasi dari provinsi. Belakangan, di Temanggung sendiri, ternyata muncul sejumlah pengaduan dari masyarakat terkait keberadaan yayasan tersebut.

Berdasarkan pengamatan Asrori, sejak 2009, sudah ada yayasan ini di wilayah Temanggung. Bahkan, yayasan tersebut memiliki Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Amalilah. KSP yang dimaksud berkantor di daerah Badran, Kecamatan Kranggan. Posisi kantor di sebelah rumah tinggal Asrori. Sehingga ia tahu, KSP tersebut sudah lama tutup.

“Ketika itu saya belum bekerja di Dinsos, saya baru bertugas di Dinsos sekitar 2011. Tapi sewaktu ada rapat di provinsi, kami mendapat arahan supaya berhati-hati dengan Yayasan Amalilah. Alasannya ya karena di beberapa tempat banyak pengaduan soal yayasan itu,” beber Asrori.

Pada 2011, Yayasan Amalilah Temanggung beralamat di Nguwet, Kecamatan Kranggan, pernah mengurus izin terdaftar di Dinsos. Ketika itu, Asrori meminta yayasan tersebut melengkapi berkas persyaratan. Namun, setelah itu, malah ada dua remaja datang ke Dinsos untuk mengadukan Yayasan Amalilah, karena tertipu masing-masing Rp 3 juta untuk pengurusan menjadi tenaga kerja.

Pengurus Yayasan Amalilah, kata Asrori, datang lagi dengan membawa surat yang menunjukkan telah terdaftar di Kantor Kesbangpol Kabupaten Temanggung. Buktinya, SK tertanggal 7 April 2011 dengan nomor 220/154/ 2011, diteken oleh Kepala Kantor Kesbangpol, Sri Widada.

Berdasarkan SK dari Kesbangpol, diketahui bahwa Ketua Yayasan Amalilah adalah Gajah Fuad Syarief, Sekretarisnya M. Kastolani, dan Bendahara Rudi Hartono. Periode kepengurusan berlangsung sejak 2011 hingga 2015.

“Anehnya, yayasan ini menyertakan rekomendasi provinsi, di mana pada SK-nya tertulis kantor yayasan di Boyolali, bukan Temanggung. Namun karena sudah terdaftar di Kesbangpol, maka kami memprosesnya,” kata Asrori.

Dari Dinsos, Yayasan Amalilah akhirnya mendapat izin dan terdaftar dengan nomor 460 / 347 / VI / 2011. Izin terdaftar mestinya habis pada Juni 2014. Namun, hingga saat ini, yayasan tersebut belum memproses perpanjangan izin.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 71 warga Temanggung direkrut Yayasan Amalilah dan PKRI (Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia) untuk umrah gratis. Enam di antaranya merupakan warga Desa Balerejo, Kecamatan Tlogomulyo.

Setelah pergi selama sebulan, hingga sekarang, banyak dari mereka yang belum kembali. Dari pengakuan beberapa yang sudah kembali, mereka ditampung di daerah Batu, Malang. Sedangkan Yayasan PKRI yang terkait dengan Yayasan Amalilah dalam perekrutan umrah gratis, dinyatakan fiktif. (mg3/isk)