TANTANGAN BAGI UMKM: Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat menjadi narasumber dalam Focus Discussion Group (FGD) dengan tema peran ”UMKM Hadapi MEA 2015”, kemarin. (Ahmad Faishol/Jawa Pos Radar Semarang)
TANTANGAN BAGI UMKM: Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat menjadi narasumber dalam Focus Discussion Group (FGD) dengan tema peran ”UMKM Hadapi MEA 2015”, kemarin. (Ahmad Faishol/Jawa Pos Radar Semarang)
TANTANGAN BAGI UMKM: Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat menjadi narasumber dalam Focus Discussion Group (FGD) dengan tema peran ”UMKM Hadapi MEA 2015”, kemarin. (Ahmad Faishol/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang sebentar lagi diberlakukan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dituntut lebih kreatif dan inovatif. Mereka harus memiliki daya saing yang tinggi karena ciri utama MEA adalah adanya pasar bebas di mana persaingan bisnisnya semakin ketat.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko dalam acara Focus Discussion Group (FGD) dengan tema peran ”UMKM Hadapi MEA 2015” yang diselenggarakan KDW Provinsi Jateng, Selasa (24/3). Hadir juga sebagai pembicara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Gayatri Indah Cahyani, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, dan Direktur Pemasaran Bank Jateng Agus Siswanto.

Heru menjelaskan, sebenarnya MEA merupakan peluang bagi masyarakat untuk bersaing dan bermitra. Dikatakan bersaing jika produk yang dimiliki masing-masing negara mempunyai kualitas yang sama. Sementara disebut bermitra ketika barang yang dibutuhkan adalah sama. ”Apakah kita mau bersaing atau bermitra, saya pikir kuncinya adalah kemampuan dan daya saing. Jika tidak, kita hanya menjadi pembeli dan uang kita dibawa orang,” imbuhnya.

Untuk dapat memiliki daya saing, lanjut Heru, hal pertama yang harus dilakukan adalah memiliki produk sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya. Menurutnya, yang namanya pasar adalah antara penjual dan pembeli. Selama ini yang sering diperhatikan adalah penjualnya. Padahal dari segi pembeli atau konsumen memiliki peran yang luar biasa. ”Saya rasa penduduk Jateng dengan 33 juta jiwa ini sangat luar biasa,” kata dia.

Heru menambahkan, hal lain yang tidak boleh luput dari perhatian adalah peran teknologi. Ini penting karena dapat memberikan informasi yang seluas-luasnya. Selain itu, dibutuhkan juga mitra produk mancanegara sehingga produk UMKM bisa terkenal di seluruh penjuru dunia. ”Sebab itulah semua stakeholder harus berperan aktif dalam mengembangkan sumber daya UMKM yang ada di Jateng. Terutama pihak perbankan dan pemerintah,” imbuhnya. (fai/ric/ce1)