Tinjau Tower, Hasilnya Masih Dikaji

138
DIDUGA RETAK : Petugas Dishubkominfo Kabupaten Semarang meninjau lokasi tower telekomunikasi di RT 02/RW 02, Sraten, Kabupaten Semarang, Selasa (24/3) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIDUGA RETAK : Petugas Dishubkominfo Kabupaten Semarang meninjau lokasi tower telekomunikasi di RT 02/RW 02, Sraten, Kabupaten Semarang, Selasa (24/3) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIDUGA RETAK : Petugas Dishubkominfo Kabupaten Semarang meninjau lokasi tower telekomunikasi di RT 02/RW 02, Sraten, Kabupaten Semarang, Selasa (24/3) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TUNTANG—Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang, meninjau lokasi tower telekomunikasi Base Tranceiver Station (BTS) salah satu operator selular di RT 02/RW 02, Sraten, Kabupaten Semarang, Selasa (24/3) kemarin. Menyusul adanya dugaan bangunan tower mengalami kemiringan.

“Kewenangan kami hanya soal lahan. Untuk hal-hal teknis, kami tidak bisa menyimpulkan dan akan kami laporkan ke atasan kami untuk segera dikaji dan ditindaklanjuti,” kata Kasi Sarana Komunikasi Diseminasi dan Informatika Bidang Kominfo Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Agus Tejo.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di sepanjang Jalan Raya Salatiga-Muncul, resah akan keberadaan tower yang berdiri sejak tahun 2006. Kondisi tower diduga miring dan pondasi semen mulai retak. Warga khawatir, tower setinggi 62 meter tersebut ambruk dan menimpa rumah warga.

Salah seorang warga, Subaedi, 55, yang juga menjadi penjaga tower mengaku kondisi tanah di wilayah tersebut cenderung labil hingga menyebabkan pondasi tower di sisi timur terangkat dan menyebabkan paving di sekitar tower retak.

“Sudah dilaporkan ke pemilik tower, tapi belum ada tanggapan. Bahkan kami beberapakali melihat ada petir menyambar saat hujan dan menimbulkan percikan api. Selain itu, kami khawatir tower akan roboh karena pondasinya terangkat,” terangnya saat ditemui wartawan di lokasi tower.

Kepala Desa (Kades) Sraten, Rohkmad mengaku beberapa waktu lalu didatangi pihak pengembang Tower Mustika Mulia yang hendak melakukan perpanjangan. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui perihal perizinan tower, lantaran tower berdiri saat pergantian lurah.

“Saya minta kajian teknis. Berdasarkan data yang ada, tower tersebut tidak ada IMB-nya. Apalagi sejumlah warga sudah resah dengan rusaknya fasilitas tower. Jika ada apa-apa, siapa yang mau menanggung,” kata Rokhmad. (abd/ida)