MERIAH : Konferensi pers antara Persip Pekalongan vs Arema Malang di Museum Batik Kota Pekalongan, turut dihadiri ratusan Aremania dan Aremanita, supporter setia Arema Cronus FC, Selasa (24/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH : Konferensi pers antara Persip Pekalongan vs Arema Malang di Museum Batik Kota Pekalongan, turut dihadiri ratusan Aremania dan Aremanita, supporter setia Arema Cronus FC, Selasa (24/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH : Konferensi pers antara Persip Pekalongan vs Arema Malang di Museum Batik Kota Pekalongan, turut dihadiri ratusan Aremania dan Aremanita, supporter setia Arema Cronus FC, Selasa (24/3) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN–Kesebelasan Persip Pekalongan pada hari ini, Rabu (25/3), di Stadion Kota Batik Pekalongan, akan kembali bertanding dengan tim level Indonesia Super League (ISL) dalam menghadapi gelaran Divisi Utama 2015. Adalah tim asal Malang, Arema Cronus FC yang skuadnya rata-rata sekelas Timnas (Tim Nasional).

Arsitek Persip Pekalongan Gatot Barnowo mengatakan bahwa Arema yang notabene banyak dihuni pemain Timnas, serasa kami mengahadapi mini Timnas. Ini kesempatan baik bagi tim saya untuk bermain lebih baik, guna kesiapan berlaga di Divisi Utama. “Seperti sebelumnya, kami tidak miliki strategi khusus. Kami akan mengalir saja dan percaya dengan pemain di lapangan,” kata Gatot saat jumpa pres di Museum Batik Kota Pekalongan, Selasa (24/3) kemarin.

Menjelang laga penting tersebut, pihaknya telah memompa fisik dan mental pemain. Pengalaman melawan Persija dan Persebaya beberapa waktu lalu, akan dijadikan pelajaran berharga. Walaupun dari kedua kesebelasan tersebut, Persip kalah, namun dirinya bangga bisa mengimbangi pemain level di atasnya.

“Pada ujicoba dengan tim ISL kemarin, kami serasa menghadapi dua tim dalam setiap pertandingan. Karena mereka memainkan hampir semua pemain yang dibawa. Dan ingat sampai menit 70, kami masih imbang. Di akhir babak saja, kami kebobolan,” tegas Gatot.

Sementara itu, Suharno, arsitek Arema Cronus FC merasakan kesan yang cukup mendalam bisa kembali ke Pekalongan. Karena kota ini, tidak asing baginya. “Yang masih saya ingat adalah sop kaki kambing Alun-Alun Kota Pekalongan. Tentu saja nasi megono dan lauk lele,” ucap mantan pelatih Persibat Batang ini.

Aura keramahan ini, katanya, sudah dia rasakan saat menginjakkan kaki di Bandara Ahmad Yani. Bahkan, cukup membuat pemain dan manajemen kaget, karena disambut ratusan Aremania. “Bahkan kami dikawal sampai Kota Pekalongan. Ini menandakan kecintaan suporter kami, semoga kami bisa memberikan pertandingan yang menarik,” bebernya.

Untuk melawan Persip, pihaknya juga merendah tidak memiliki strategi khusus. Meski begitu, pihaknya akan memainkan semua pemain terbaik. Seperti Fabiano, Bustomi, Kurnia Mega, Samsul Arif, Arif Suyono dan semua pemain impor. “Khusus pemain andalan kami lainnya, tidak kami bawa karena sedang uji coba Timnas,” terang Suharno.

Pada jumpa pers di Museum Batik kemarin, terbilang sangat meriah, sebagaimana tim-tim luar kota sebelumya. Pemain Arema juga diajak mempelajari batik. Mulai dari melihat koleksi batik nusantara sampai membatik langsung di secarik kain. Hampir semua pemain yang diajak, menikmati kegiatan tersebut.

Saat jumpa pers yang digelar di Aula Museum Batik, penuh dengan ratusan Aremania dan Aremanita dari sekitar Pekalongan. Selama jumpa pers, mereka tertib mengikuti acara, namun setelahnya langsung mengerubuti pemain Arema untuk berfoto bersama.
Semua pemain yang diajak foto melayani dengan ramah seluruh suporter yang hadir. Bahkan, sampai pemain masuk dan meninggalkan museum, ratusan suporter turut menyanyikan yel-yel serasa sedang pertandingan. (han/ida)