Kepala UPTD Kasda Tersangka

121

KALIBANTENG – Setelah menetapkan Djody Aryo Setiawan (DAS) sebagai tersangka kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang tahun anggaran 2012/2013, kemarin (24/3), Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang kembali menetapkan tersangka baru berinisial SH (Suhantoro). Saat ini, SH menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kas Daerah (Kasda) Pemkot Semarang.

Kepala Kejari Semarang, Asep Nana Mulyana, mengatakan, pada Kamis (19/3) lalu, pihaknya telah mengadakan pra ekspose internal dihadiri kasi dan jaksa penyidik. Saat itu, pihaknya mengadakan diskusi internal dan melakukan paparan dan disimpulkan untuk menetapkan tersangka baru.

”Untuk perkara KONI Kota Semarang sudah ditetapkan tersangka baru. Adapun surat perintah penyidikan bernomor 03/O.3.10/FD.1/03/2015 tanggal 20 Maret 2015 dengan tersangka SH,” kata Asep kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24/3).

Kasubag Pembinaan Kejari Semarang, Evan Satrya, mengatakan, berdasarkan serangkaian hasil penyidikan, keterangan saksi dan petunjuk pemeriksaan, SH dinaikkan dari saksi menjadi tersangka.

”SH mempunyai kedudukan yang cukup sentral di KONI. Dia termasuk pengurus inti. SH juga termasuk yang mengendalikan anggaran. Selain pengurus, dia juga penjabat di Pemkot Semarang dan sekarang masih aktif,” ungkapnya.

Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidus) Kejari Semarang, Sutrisno Margi Utomo, menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi, terkait keterangan dan pemberkasan sekarang tahap finishing.

”Untuk tersangka DAS, diupayakan secepatnya untuk dilimpahkan ke pengadilan, begitu juga SH. Untuk pemanggilan tersangka DAS memang belum dilakukan,” tambahnya.

Juru bicara KONI Kota Semarang, Slamet Budi Utomo, mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya penetapan tersangka baru berinisial SH. ”KONI belum mengetahui kabar tentang SH ditetapkan sebagai tersangka baru,” katanya.

Ketika Jawa Pos Radar Semarang menanyakan apakah SH itu Suhantoro? Slamet mengakui jika di kepengurusan KONI Kota Semarang memang ada yang namanya Suhantoro. ”Memang ada pengurus KONI Kota Semarang yang namanya Suhantoro, dia (Suhantoro) pada 2011-2013 menjabat Sekretaris KONI Kota Semarang, dan tahun 2014-sekarang menjabat Wakil Bendahara I,” jelasnya.

Dia menyebutkan, untuk DAS sendiri, diakuinya, masih belum dipecat dari jabatannya sebagai bendahara umum. Akan tetapi, pihaknya mengaku akan memberikan surat pemberhentian bila anggotanya terbukti secara sah melakukan korupsi.

”Kalau terbukti harus berhenti, hal itu kalau sudah memperoleh kekuatan hukum tetap dari pengadilan. Kecuali ada upaya lain dari Mas Djodi untuk hal itu, contohnya berhenti sendiri,” kata Slamet.

Dikatakan, guna antisipasi adanya tindakan korupsi sebelumnya, pihaknya telah melakukan tanda tangan fakta integritas. ”Sudah ada fakta integritas untuk semua pengurus, kan yang digunakan dana APBD, dalam hal ini APBD Kota Semarang, jadi harus patuh dan taat mengisi dan tanda tangan fakta integritas,” ujarnya.

Untuk pendidikan antikorupsi, Slamet mengakui, pihaknya belum pernah mengadakan. ”Secara spesifik tidak ada diselenggarakan, tapi pernah diundang acara demikian, diberi asistensi oleh pemerintah juga sudah,” ucapnya.

Terkait tim penasihat hukum, lanjut Slamet, pihaknya sudah menyediakan. Namun semua tergantung DAS yang menentukan sendiri, apakah akan menggunakan penasihat hukum dari KONI Kota Semarang atau dari luar.

”Selama ini kami masih melakukan pendampingan kepada Mas Djodi, kami juga memberikan keterangan kepada kejaksaan yang baik dan benar, selain itu secara proaktif memberikan keterangan secara tertulis dan lisan,” ungkapnya.

Dengan adanya informasi kerugian negara mencapai Rp 2 miliar, Slamet langsung membantah. ”Secara normatif tidak mungkin mencapai demikian. Anggaran itu sudah diberikan ke semua cabang olahraga yang ada di tubuh KONI Kota Semarang. Saat ini, kami juga masih menunggu hitungan tim BPKP Jateng dan Kejaksaan Negeri Semarang,” sebutnya.

Seperti diketahui KONI Kota mendapatkan dana dari APBD Perubahan 2012 sebesar Rp 7,964 miliar. Pada 2013, KONI kembali mendapat kucuran Rp 12 miliar dari APBD Kota. Penggunaan dana itu, antara lain untuk persiapan Porprov Jateng di Banyumas. Guna menyambut event tersebut, KONI mengucurkan dana Rp 12 miliar untuk 42 cabang olahraga. (mg21/aro/ce1)