RUSAK PARAH : Kondisi Jalan Sultan Agung menuju Objek Wisata Desa Sigandu, rusak parah dan sulit dilewati kendaraan. Apalagi saat hujan mengguyur, dipastikan genangan air memenuhi hampir seluruh badan jalan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH : Kondisi Jalan Sultan Agung menuju Objek Wisata Desa Sigandu, rusak parah dan sulit dilewati kendaraan. Apalagi saat hujan mengguyur, dipastikan genangan air memenuhi hampir seluruh badan jalan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH : Kondisi Jalan Sultan Agung menuju Objek Wisata Desa Sigandu, rusak parah dan sulit dilewati kendaraan. Apalagi saat hujan mengguyur, dipastikan genangan air memenuhi hampir seluruh badan jalan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Kerusakan jalan di ruas Jalan Sultan Agung menuju Pantai Sigandu, Kecamatan/Kabupaten Batang, kondisinya semakin memprihatinkan. Jalan menuju objek wisata andalan Kabupaten Batang tersebut, sulit dilalui. Lantaran banyak lubang, jalanan berlubang tersebut kerap memakan korban jatuh atau terpeleset.

Padahal lokasi jalan tersebut, tepat di tengah Kota Batang. Hanya berjarak 1 kilometer dari pusat Pemkab Batang. Masyarakat Desa Depok, Sigandu dan Klidang Lor pun, sudah berulangkali melakukan permohonan perbaikan. Namun belum direspon dengan baik.

Darudi, 39, warga Desa Depok, Kecamatan Batang, Senin (23/3) kemarin, mengungkapkan bahwa Jalan Sultan Agung menuju Objek Wisata Pantai Sigandu, sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Menurutnya, kerusakan tersebut karena tidak pernah ada pemeliharaan jalan, serta dilalui truk besar pengangkut material galian C.

“Setiap hari pasti ada pengendara motor yang melalui Jalan Sultan Agung ini terjungkal. Kondisi jalan yang rusak parah tersebut sepanjang 1 kilometer, banyak lubang dan gelap saat malam tiba,” ungkap Darudi.

Hal serupa disampaikan oleh Rohyani, 36, warga Desa Sigandu, Kecamatan Batang. Menurutnya, sejak jalan raya menuju objek wisata Pantai Sigandu rusak parah, tidak ada lagi warga yang berkunjung ke tempat tersebut.

“Rencananya kami akan memblokir Jalan Sultan Agung, jika Pemkab Batang tidak kunjung memperbaikinya. Banyak pedagang di sekitar objek wisata yang bangkrut. Bahkan, warga sekitar juga sulit untuk sekadar keluar berbelanja atau bekerja. Makanya, kami serius memblokir jalan,” kata Rohyani, saat ditemui di Warteg Desa Depok.

Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (BMSDA) Wilayah I Batang, Azis Eprianto mengatakan bahwa perbaikan Jalan Sultan Agung belum bisa dilakukan, karena masih terjadi perbaikan jalan tembus di ruas Desa Sigandu hingga Desa Ujungnegoro, yang menjadi akses ke lokasi PLTU. Menurutnya jalur tersebut menjadi tempat hilir mudik kendaraan besar, pengangkut material perbaikan Jalan Sigandu-Ujungnegoro.

“Jika ruas Jalan Sultan Agung-Sigandu diperbaiki terlebih dahulu, dikhawatirkan rusak lagi karena perbaikan jalan tembus Desa Sigandu menuju Ujungnegoro belum selesai. Namun untuk perbaikan di ruas Jalan Sultan Agung menuju Desa Sigandu akan dilakukan oleh PT BPI selaku investor PLTU,” kata Azis. (thd/ida)