Seni Budaya Lintas Iman

150
JAGA KERUKUNAN: Penampilan remaja Dusun Sitiung Desa Kejiwan Kecamatan Wonosobo dalam acara malam keakraban gelar seni dan budaya. (Alfan/radar kedu)
JAGA KERUKUNAN: Penampilan remaja Dusun Sitiung Desa Kejiwan Kecamatan Wonosobo dalam acara malam keakraban gelar seni dan budaya. (Alfan/radar kedu)
JAGA KERUKUNAN: Penampilan remaja Dusun Sitiung Desa Kejiwan Kecamatan Wonosobo dalam acara malam keakraban gelar seni dan budaya. (Alfan/radar kedu)

WONOSOBO – Berbagai komunitas lintas iman mengadakan gelar seni dan budaya dalam rangka mempererat persaudaraan lintas iman bersama Warga Dusun Sitiung, Desa Kejiwan, Kecamatan Wonosobo, Sabtu (21/3).

Kerukunan beragama yang ditunjukkan oleh masyarakat Sitiung, Kejiwan, menjadi salah satu contoh bagaimana keanekaragaman keyakinan bisa berjalan dengan baik tanpa ada permusuhan.

Kegiatan ini diisi dengan kemah kebangsaan, bakti sosial, dan diskusi lintas agama, dengan menghadirkan pastor, ulama Islam dan tokoh kebudayaan dari Wonosobo.

Agenda ini, menurut Eko, salah satu tokoh warga setempat, menjadi spirit warga untuk selalu menghormati perbedaan dan waspada terhadap segala kemungkinan ancaman yang bisa memecahkan persaudaraan antarwarga,
Ismanto, tokoh kesenian warga Sitiung mengungkapkan, seluruh warga antusias dengan acara ini. Warga masih kental dengan tradisi kesenian Jawa, sehingga dengan adanya gelar seni dan budaya diharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing.

Dalam kegiatan itu hadir berbagai komunitas, seperti Sobat Percik dari Salatiga, Sobat Muda Temanggung, Sobat Muda Semarang, Lembaga KITA, PMII Wonosobo Dena Upakara, Sobat Muda Semarang dan beberapa komunitas yang berasal dari berbagai lintas iman.

Ambar, dari komunitas Percik Salatiga menuturkan, kegiatan ini berlangsung dari adanya diskusi kecil dengan beberapa remaja Dusun Sitiung yang menginginkan adanya kegiatan untuk mempererat persaudaraan antarlintas agama.
“Kini perbedaan bukan lagi menjadi penghalang bagi kita untuk selalu hidup berdampingan dengan siapapun, agama, adat, budaya, bahasa, dan etnik apapun,” jelasnya. (mg5/lis)