28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Regenerasi, PGSI Jateng Patok 3 Emas PON

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

LANGKAH BERANI: PGSI Jateng memensiunkan atlet veteran yang selama ini diandalkan, dan memilih menggembleng atlet-atlet muda untuk pra PON dan PON mendatang. (IST)
LANGKAH BERANI: PGSI Jateng memensiunkan atlet veteran yang selama ini diandalkan, dan memilih menggembleng atlet-atlet muda untuk pra PON dan PON mendatang. (IST)

SEMARANG – Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng optimistis mampu menggaet 3 medali emas pada ajang PON 2016 di Jabar mendatang. PGSI Jateng telah melakukan regenerasi atlet dan mengandalkan pegulat muda di pra PON mendatang.

Kepala Pelatih Pelatda PGSI Jateng Rubiyanto Hadi mengatakan, pihaknya sudah melupakan hasil buruk PON 2012 lalu di Riau, di mana Jateng tersungkur dengan hasil 1 medali perak dan 3 perunggu. “Tahun ini sudah banyak regenerasi. Hampir semua atlet merupakan wajah baru yang kualitasnya jauh dari yang kemarin. Lagipula, di PON lalu hanya menurunkan enam pegulat dan materinya memang kurang bagus,” ungkapnya.

Menghadapi Pra PON di Riau Oktober mendatang, Rubiyanto berencana tampil full tim dengan menerjunkan 22 atlet. Secara realistis, pihaknya memrediksi bisa mendapatkan kuota sekiatar 10-15 pegulat untuk bisa tampil di PON 2016. Dari jumlah pegulat tersebut, diharapkan Jateng mampu menyumbang 3 medali emas. “Banyak pertimbangan mengapa mengincar tiga emas. Pertama karena kekuatan tim PGSI Jateng sudah tumbuh, sementara juara PON kemarin, Kaltim, atletnya sudah banyak yang mundur. Tinggal nanti bagaimana kekuatan tuan rumah Jabar dan Jatim, DKI, serta Kalsel,” ungkapnya.

Ditanya soal atlet andalan, Rubiyanto tidak berani menyebutkan nama. Baginya, semua anak asuhnya berpeluang mendapatkan medali emas. “Semua nomor dan atlet berpeluang mendapatkan emas. Saya yakin pada kekuatan mereka,” tegasnya.

Rubiyanto menuturkan jika program latihan PGSI Jateng telah masuk ke tahap puncak pertama persiapan khusus. Materi-materi yang diberukan mulai dari daya tahan kekuatan hingga teknik-teknik tingkat lanjut. Sementara bumbu-bumbu lain menunggu hasil try in Kejurda akhir Mei mendatang di Magelang. “Hasil evaluasi itu sekaligus untuk menentukan tim inti. Nantinya, tim inti tersebut akan dievaluasi lagi lewat try out di Jabar awal Juni besok,” ungkap Rubiyanto.

Meski tengah menjalani latihan intens, para atlet justru didorong untuk melakukan olahraga lain sebagai ajang refreshing. Salah satunya futsal setiap Selasa malam. Hal itu dilakukan agar pegulat tidak boring melalap latihan-latihan keras setiap hari. “Futsal juga melatih stamina dan daya tahan mereka,” pungkasnya. (amh/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -