LANGKAH BERANI: PGSI Jateng memensiunkan atlet veteran yang selama ini diandalkan, dan memilih menggembleng atlet-atlet muda untuk pra PON dan PON mendatang. (IST)
LANGKAH BERANI: PGSI Jateng memensiunkan atlet veteran yang selama ini diandalkan, dan memilih menggembleng atlet-atlet muda untuk pra PON dan PON mendatang. (IST)
LANGKAH BERANI: PGSI Jateng memensiunkan atlet veteran yang selama ini diandalkan, dan memilih menggembleng atlet-atlet muda untuk pra PON dan PON mendatang. (IST)

SEMARANG – Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng optimistis mampu menggaet 3 medali emas pada ajang PON 2016 di Jabar mendatang. PGSI Jateng telah melakukan regenerasi atlet dan mengandalkan pegulat muda di pra PON mendatang.

Kepala Pelatih Pelatda PGSI Jateng Rubiyanto Hadi mengatakan, pihaknya sudah melupakan hasil buruk PON 2012 lalu di Riau, di mana Jateng tersungkur dengan hasil 1 medali perak dan 3 perunggu. “Tahun ini sudah banyak regenerasi. Hampir semua atlet merupakan wajah baru yang kualitasnya jauh dari yang kemarin. Lagipula, di PON lalu hanya menurunkan enam pegulat dan materinya memang kurang bagus,” ungkapnya.

Menghadapi Pra PON di Riau Oktober mendatang, Rubiyanto berencana tampil full tim dengan menerjunkan 22 atlet. Secara realistis, pihaknya memrediksi bisa mendapatkan kuota sekiatar 10-15 pegulat untuk bisa tampil di PON 2016. Dari jumlah pegulat tersebut, diharapkan Jateng mampu menyumbang 3 medali emas. “Banyak pertimbangan mengapa mengincar tiga emas. Pertama karena kekuatan tim PGSI Jateng sudah tumbuh, sementara juara PON kemarin, Kaltim, atletnya sudah banyak yang mundur. Tinggal nanti bagaimana kekuatan tuan rumah Jabar dan Jatim, DKI, serta Kalsel,” ungkapnya.

Ditanya soal atlet andalan, Rubiyanto tidak berani menyebutkan nama. Baginya, semua anak asuhnya berpeluang mendapatkan medali emas. “Semua nomor dan atlet berpeluang mendapatkan emas. Saya yakin pada kekuatan mereka,” tegasnya.

Rubiyanto menuturkan jika program latihan PGSI Jateng telah masuk ke tahap puncak pertama persiapan khusus. Materi-materi yang diberukan mulai dari daya tahan kekuatan hingga teknik-teknik tingkat lanjut. Sementara bumbu-bumbu lain menunggu hasil try in Kejurda akhir Mei mendatang di Magelang. “Hasil evaluasi itu sekaligus untuk menentukan tim inti. Nantinya, tim inti tersebut akan dievaluasi lagi lewat try out di Jabar awal Juni besok,” ungkap Rubiyanto.

Meski tengah menjalani latihan intens, para atlet justru didorong untuk melakukan olahraga lain sebagai ajang refreshing. Salah satunya futsal setiap Selasa malam. Hal itu dilakukan agar pegulat tidak boring melalap latihan-latihan keras setiap hari. “Futsal juga melatih stamina dan daya tahan mereka,” pungkasnya. (amh/smu)