MOTIVATOR: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menggelar dialog interaktif dengan siswa-siswi SMA Sint Louis dan SMK IPT Karang Panas, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
MOTIVATOR: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menggelar dialog interaktif dengan siswa-siswi SMA Sint Louis dan SMK IPT Karang Panas, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
MOTIVATOR: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menggelar dialog interaktif dengan siswa-siswi SMA Sint Louis dan SMK IPT Karang Panas, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

CANDISARI – Arus lalu lintas di Jalan Dr Wahidin, tepatnya di kawasan depan SMA Sint Louis Semarang memiliki kerawanan kecelakaan cukup tinggi. Karena itu, pihak sekolah berharap Pemkot Semarang memberi fasilitas rambu-rambu seperti zona merah dan jembatan penyeberangan orang (JPO). Usulan tersebut disampaikan langsung Humas SMA Sint Louis, Edy Susanto, di hadapan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, saat menggelar road show sekolah untuk memberikan motivasi kepada para siswa, Senin (23/3) kemarin.

Menurutnya, zona merah tersebut sangat penting sebagai rambu-rambu jika kawasan tersebut merupakan area pendidikan. Pembuatan zona merah untuk penyeberangan jalan bagi warga TK Maryam, SD Alosius, SMP Yohanes, SMA Sint Louis dan SMK IPT Karang Panas. ”Karena sering terjadi kecelakaan di daerah sini, kami mohon pada Pak Wali untuk dibuatkan zona merah dan jembatan penyeberangan jalan,” pinta Edy Susanto.

Wali kota pun mengakui jika kawasan tersebut memiliki potensi kecelakaan terbanyak. Pihaknya akan langsung memerintahkan pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) membuat zona merah. ”Zona merah akan kami bantu melalui Dishubkominfo,” terangnya.

Sedangkan JPO di depan Sint Louis, pemkot akan mengusahakannya. ”Meski tekniknya agak terlalu rumit dan harus melalui kajian anggaran yang rumit, saya janji akan membantu permasalahan ini. Dalam waktu dekat akan kami observasi di lapangan bersama Dinas Pendidikan dan Dishubkominfo,” tandasnya.

Sementara itu, dalam memberikan motivasi kepada para siswa SMA Sint Louis dan SMK IPT, wali kota menyatakan, pemuda merupakan potensi yang luar biasa membanggakan. Karena dari otak pemuda lah kelak akan menjadikan bangsa ini seperti apa, maju seperti apa.

”Oleh karena itu isilah kegiatan dengan hal-hal positif, sehingga otak akan berkelakuan positif. Hal-hal positif yang dapat dilakukan, misalnya melukis, menulis, bermusik, selalu tumbuhkan kepekaan sosial dan peduli dengan lingkungan sekitar, serta bangga terhadap Kota Semarang,” urai wali kota.

Menurut pria yang akrab disapa Hendi ini, kegiatan-kegiatan positif akan mengantarkan menjadi orang-orang sukses. Yang dapat dicirikan dengan delapan kunci, yaitu passion, kerja, fokus, motivasi, ide, pengembangan diri, melayani dan tekun. ”Kedelapan kunci tersebut Insya Allah dapat mengantarkan menjadi orang sukses,” ujarnya. (zal/adv/aro/ce1)