Mobil Tua Jadi Objek Pendukung Pemotretan

341
AJANG PEMOTRETAN : Mobil Mercedes-Benz yang sudah berumur tetap unik untuk dijadikan ajang pemotretan model maupun launching batik motif baru. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AJANG PEMOTRETAN : Mobil Mercedes-Benz yang sudah berumur tetap unik untuk dijadikan ajang pemotretan model maupun launching batik motif baru. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AJANG PEMOTRETAN : Mobil Mercedes-Benz yang sudah berumur tetap unik untuk dijadikan ajang pemotretan model maupun launching batik motif baru. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tak mau ketinggalan dengan daerah lain, para penggemar Mercedes-Benz di Kota Pekalongan, turut membentuk komunitas. Tepatnya pada 2 Desember 2006, dibentuk komunitas Mercy Owners Club (MOC), sebagai penghimpun komunitas pemilik sekaligus penggemar kendaraan Mercedes-Benz. Seperti apa aktivitasnya?

TAUFIK HIDAYAT, Pekalongan

MEMASUKI tahun 2015, Mercedes-Benz Club (MBC) atau MOC di Kota Pekalongan, semakin bertambah jumlah anggotanya hingga lebih dari 150 orang. Mengacu pada kriteria MBC Ina (Indonesia), jika club MBC sudah lebih dari 30 orang, maka harus dikukuhkan atau didaftarkan resmi dengan MBC dunia, yang berkantor pusat di Jerman. Akhirnya MBC Pekalongan pun diresmikan pada 29 September 2012 lalu, dengan H Sugeng Lumintu sebagai Ketua MBC Pekalongan.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sugeng mengaku ketertarikannya pada dunia otomotif, khususnya Mercedes-Benz sudah cukup lama. Bahkan, sejak dirinya masih di SMA. Menurutnya Mercedes-Benz, disamping bentuknya yang khas dengan logo bintang, memang memberikan rasa nyaman dan kebanggaan tersendiri. Kenadti mobil Mercedes-Benz yang dimilikinya bukan keluaran tahun terbaru.

”Bahkan kalau mengendarai Mercedes-Benz keluaran tahun lama, rasa kenyamanan dan kebanggannya itu ada, dibandingkan dengan kendaraan lain,” kata Sugeng ketika ditemui di rumahnya di Jalan Raya KH Mansyur, Kota Pekalongan, Senin (23/3) kemarin.

Sejak terbentuknya MBC Pekalongan, dirinya bersama anggota komunitas MBC Pekalongan tidak lagi kesulitan dalam memelihara dan mencari onderdil mobil Mercedes-Benz. Pasalnya, dulu sebelum ada MBC Pekalongan, susah banget mencari onderdil Mercedes-Benz. Bahkan, harus membayar uang muka terlebih dahulu, baru onderdilnya dikirim.

”Namun sejak ada MBC Pekalongan, onderdil bisa dikirim dahulu, baru bayar kemudian. Bahkan kami bisa mendatangkan teknisi Mercedes-Benz dari Jakarta, dengan biaya yang tidak terlalu mahal,” kata Sugeng.

Bahkan, setiap kali hendak melakukan acara bhakti sosial di beberapa daerah di Pekalongan dan sekitarnya, pihak MBC Pusat Jakarta selalu membantu menyediakan teknisi Mercedes-Benz. Semua kendaraan anggota MBC Pekalongan, diperiksa secara seksama, dengan teliti dan biaya murah.

”Tidak hanya manusia yang rutin diperiksa kesehatannya, kendaraan Mercedes-Benz milik anggota MBC Pekalongan juga rutin diperiksa kesehatannya, dengan mendatangkan teknisi dari MBC Pusat Jakarta,” kata pemilik Mercedes-Benz jenis Boxer 300 yang diproduksi tahun 1986 ini.

Sementara Sekretaris MBC Pekalongan, Hendro Untung Wibowo, mengungkapkan bahwa MBC Pekalongan beranggotakan dari berbagai kalangan, mulai dari pensiunan, pengusaha, karyawan swasta, dokter, hingga seniman. Bahkan tidak jarang kendaraan anggota MBC Pekalongan, kerap digunakan untuk pemotretan model, launching sebuah produk baru, misal pakaian batik dengan motif terkini, atau untuk kalender.

“Tren terbaru adalah untuk launching batik dengan tema tertentu. Dan mobil Mercedes-Benz sebagai objek pendukung pemotretan. Apalagi sebagian besar anggota komunitas adalah para juragan batik,” kata Hendro.

Zamroni, pemilik Mercedes-Benz jenis Kebo 280S, mengaku tidak minder lagi, dengan Mercedes-Benz miliknya yang dibuat tahun 1970. Menurutnya, ketika belum bergabung dengan MBC Pekalongan, mobilnya kerap mogok di tengah jalan. Bahkan, dirinya kesulitan mencari teknisi. Namun kini setelah menjadi anggota MBC Pekalongan,banyak anggota yang membantunya ketika mogok.

”Kalau sudah bergabung dengan MBC, ketika mobil mogok di tengah jalan mana pun, maka anggota MBC kota terdekat wajib menolongnya hingga jalan. Komunitas ini meningkatkan rasa peduli sesama anggota dan tidak membedakan status. Itu yang saya suka,” kata Zamroni bangga.

Sementara itu, Mercedes-Benz adalah sebuah merek mobil dari perusahaan Daimler Chrysler (dulu dikenal sebagai Daimler Benz), yang dikenal umum dengan nama Mercedes. Perusahaan mobil Mercedes-Benz ini, adalah perusahaan mobil tertua di dunia, yang didirikan pada tahun 1881 oleh Gottlieb Daimler dan Karl Benz. Markar besar dari perusahaan ini berada di Kota Stuttgart, Jerman.

Mercedes-Benz (MB) sebagai merek mobil terkemuka dan legendaris menjadi pelopor teknologi transportasi. Pemilik dan pengguna Mercedes-Benz, selain menikmati kenyamanan yang khas, juga menikmati kebanggaan mobil berlogo bintang tersebut.

Seiring dengan perkembangan zaman, pemilik dan pengguna Mercedes-Benz semakin bertambah banyak. Hal ini diikuti dengan munculnya wadah komunitas (club) pemilik dan penggemar Mercedes-Benz, yang terhimpun dalam MBC, yang berpusat di negara asalnya Jerman. MBC mengkoordinir club-club MB dari berbagai Negara di dunia, tak terkecuali Indonesia yang terkenal dengan MB Club Ina yang berpusat di Jakarta. (*/ida)